Pergelaran FALDO SERIES INDONESIA presented by Birdie Bandits resmi menutup rangkaian kompetisinya pada 6–8 Februari 2026 di West Course, Gunung Geulis Country Club. Turnamen junior bertaraf internasional ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni Faldo Junior Tour dan Faldo Futures Tour, sekaligus menjadi panggung penting bagi lahirnya generasi baru golf Indonesia yang siap bersaing di level Asia hingga dunia.
Empat nomor Faldo Junior Tour yang dipertandingkan melahirkan empat juara dari masing-masing kelompok usia. Mereka tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mengamankan tiket prestisius untuk tampil di Faldo Junior Tour Asia Grand Final ke-17 di Laguna Lang Co, Vietnam, pada 22–24 April 2026.

Di kelas Boys U-21, pegolf Sumatra Utara Kifata Aftar tampil konsisten hingga putaran akhir. Meski sempat berada di bawah tekanan dari Kenneth Henson Sutianto (DKI Jakarta) yang memimpin pada tujuh hole awal, Kifata mampu memanfaatkan momentum di back nine. Dengan total skor 216 (3-di atas-par), pegolf 18 tahun tersebut unggul tipis satu pukulan dari Kenneth (217).
“Hari ini aku bener-bener enggak ngeliat live score sama sekali, terus enggak expect juga bakal menang. Tiba-tiba pas nyampe live score ternyata, aku yang menang. Kaget sih dari situ juga. Main aman saja tiba-tiba dapat hasilnya,” ujar Kifata.
“Hari ini prinsip bermainnya tetap sama sih. Nggak maksa buat birdie. Tetap jalanin prosesnya terus, ikutin step by step saja,” tambah Kifata.

Sementara itu, persaingan ketat tersaji di kelas Boys U-16. William Justin Wijaya (Jawa Timur) menunjukkan performa solid dengan mencetak skor terbaik hari terakhir, 69 (2-di bawah-par). Penampilan tersebut mengantarkannya ke puncak klasemen dengan total 213 (even par), unggul satu pukulan dari Yujun Cha (Sim’s Academy).
“Hari ini mainnya lebih bagus. Sesuai game plan semuanya. Tapi, yang paling penting putt-putt yang penting berhasil masuk. Makanya hasilnya bisa lebih bagus hari ini,” kata Justin.
“Key factor-nya sih tetap (ingin) menang. Tenang di bawah tekanan. Di hole-hole akhir skornya masih sama semua, pastinya kan deg-degan ya. Cuma, ya itu pentingnya harus tetap tenang di bawah tekanan,” lanjutnya.

Di sektor putri Girls U-21, pegolf nasional Sania Talita Wahyudi memastikan gelar juara meski menghadapi tantangan cuaca pada putaran final. Lapangan yang lebih berat akibat hujan tidak menghalanginya untuk menutup turnamen dengan total skor 218 (5-di atas-par), unggul delapan pukulan atas Renoctoviana Ramadhiani Said (DKI Jakarta).
“Permainan hari ini tidak begitu bagus. Banyak kecelakaan terjadi di lapangan. Ini juga tidak terlepas dari kondisi lapangan yang lebih berat dibandingkan dua hari pertama karena hujan yang mengguyur sepanjang pagi tadi. Namun, untungnya saya bisa menjaga permainan karena selisih pukulan saya jauh dari teman-teman lain. Senang sekali saya bisa menang di sini karena ini jadi pengalaman saya bisa bertanding di Faldo Series dan lolos ke Vietnam,” jelas Sania.

Gelar terakhir Faldo Junior Tour diraih Elevania Nurfasha di kelas Girls U-16. Pegolf Jawa Barat berusia 14 tahun ini tampil konsisten sejak awal dan menutup kompetisi dengan total skor 233 (20-di atas-par), unggul 13 pukulan dari Freya Julia Davania (Sumatra Utara).
Dari Gunung Geulis Menuju Inggris
Selain Faldo Junior Tour, turnamen ini juga menuntaskan rangkaian Faldo Futures Tour, yang diperuntukkan bagi pegolf usia dini. Enam kelas dari tiga kelompok usia (7–8, 9–10, dan 11–12 tahun putra-putri) melahirkan 12 pegolf yang akan melaju ke Futures Final di Belfry, Inggris.

Di divisi putra, gelar juara diraih oleh Dyllan Michio Satriobudi (11–12), Bradley Tanady (9–10), dan Hiro Isaac Sung (7–8), seluruhnya berasal dari Birdie Bandits. Sementara di divisi putri, Cheng Guo (11–12), Amira Permadi (9–10), dan Rayna Rachmat (7–8) keluar sebagai juara, dengan para runner-up turut mengamankan tiket ke Inggris.
Keberhasilan penyelenggaraan FALDO SERIES INDONESIA tidak lepas dari peran Birdie Bandits, junior golf club yang didirikan Gunung Geulis Country Club pada pertengahan 2025 sebagai wadah pembinaan pegolf muda Indonesia.
“Faldo Series ini diadakan sebenarnya sebagai rangkaian program Birdie Bandits yang dibikin oleh Gunung Geulis ya. Jadi, Birdie Bandits itu kan wadah untuk junior golfers dan salah satu agendanya itu adalah turnamen Faldo Series. Turnamen ini kan sebenarnya event junior internasional yang memang sudah lama absen di Indonesia. Jadi tahun lalu kami berinisiatif untuk mengontak mereka (Faldo Series) untuk menghadirkan event ini di Indonesia,” kata Agung Budiman, Chairman Birdie Bandits.

“Kami cukup happy dengan kehadiran 61 pegolf di turnamen Faldo Series pertama ini. Kami sudah berkomitmen ke Faldo untuk menghadirkan turnamen ini selama 3 tahun ke depan. Dan tentunya kami harus lebih banyak belajar lagi untuk menyelenggarakan turnamen ini,” tambah Agung, yang juga menjabat sebagai President Director Gunung Geulis Country Club.
Lebih dari sekadar kompetisi, FALDO SERIES INDONESIA menjadi ruang belajar, pertemuan budaya, dan panggung pembentukan karakter. Dari fairway Gunung Geulis, mimpi-mimpi besar para junior golfer Indonesia kini mulai melangkah menuju Asia dan dunia.
