Indonesia membuka babak partisipasinya di Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) 2026 dengan membawa semangat generasi baru golf putri ke Royal Wellington Golf Club, Selandia Baru, yang akan menjadi tuan rumah turnamen pada 12–15 Februari. Debut Bianca Naomi Laksono menjadi simbol harapan baru, pasalnya, keikutsertaannya bukan sekadar pengalaman bertanding, melainkan upaya berkontribusi pada warisan WAAP dalam membentuk masa depan golf putri Asia. Ia akan tampil bersama tiga pegolf amatir Indonesia lainnya, yakni Abigail Rhea, Thea Jessica Tan, dan Gemilau Joanne Kurnia, yang bersama-sama merepresentasikan tekad, kebanggaan nasional, serta ambisi untuk mengangkat eksistensi Indonesia di panggung amatir Asia-Pasifik.

Secara keseluruhan, WAAP 2026 kembali menjadi ruang perjumpaan budaya dan prestasi bagi para pegolf muda Asia. Digelar di salah satu venue paling ikonik di Selandia Baru, turnamen ini tidak hanya menampilkan kualitas teknis golf kelas dunia, tetapi juga mencerminkan keberagaman latar belakang, nilai, dan semangat juang yang membentuk wajah masa depan golf putri kawasan Asia-Pasifik.

Dari Singapura, Chen Xingtong kembali menjadi sorotan dengan penampilan kelimanya di WAAP. Konsistensinya selama bertahun-tahun menunjukkan proses pembinaan yang matang dan berkelanjutan. Sejarah yang ia ukir sebagai pegolf Singapura pertama yang mencapai final US Girls’ Junior Championship tahun lalu menjadi bukti bahwa pengalaman kompetisi internasional memainkan peran krusial dalam pembentukan mental juara. Didukung partisipasinya di WAAP Academy di Royal Wellington, Chen hadir dengan kesiapan yang semakin matang, bersama rekan-rekannya Aamiya Koul, Amelie Bloosom Ng, Sydnie Ng, serta Inez Ng yang mencatat rekor penampilan keenam di ajang ini.
Sementara itu, Tiongkok datang dengan kekuatan besar yang tengah berada dalam momentum positif. Red Yijia yang baru berusia 16 tahun mencatat sejarah sebagai amatir pertama yang meraih empat kemenangan di tur profesional domestik CLPG Tour, termasuk kemenangan wire-to-wire di Orient Ningbo Challenge. Bersama Liu Yujie—pemenang CLPG Tour pada Agustus lalu—serta Zhou Shiyuan, An Tong, dan Menghan Li, kontingen Tiongkok menampilkan kedalaman skuad yang impresif. Zhou, Liu, dan Red Yijia bahkan telah menembus jajaran 50 besar World Amateur Golf Ranking®, menegaskan kesiapan mereka untuk bersaing di level tertinggi.
Dari Vietnam, Le An Chuc hadir sebagai satu-satunya wakil negaranya dengan kepercayaan diri tinggi usai menjuarai Trang An – AJGA International Pathway Series. Sebagai pegolf amatir putri dengan peringkat tertinggi di Vietnam, Chuc memandang WAAP sebagai ujian penting sekaligus panggung inspirasi. Kehadirannya mencerminkan semangat negara-negara berkembang di Asia yang terus membangun fondasi golf putri melalui kompetisi internasional.
Dengan latar Royal Wellington yang kaya tradisi dan karakter, Women’s Amateur Asia-Pacific 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai panggung strategis bagi lahirnya bintang-bintang baru. Dari fairway Selandia Baru, kisah-kisah tentang kerja keras, identitas, dan mimpi besar para pegolf muda Asia—termasuk dari Indonesia—siap ditorehkan, memperkuat masa depan golf putri kawasan yang semakin inklusif dan kompetitif.
