Gimmick Menarik Jadi Senjata Utama

Estimated read time 4 min read

Skena golf Tanah Air pasti familiar dengan dua pemandu acara ini. Ya, mereka adalah Andrea Lee dan Joanna. Memiliki persona serta didukung jam terbang tinggi, di tangan mereka, acara turnamen golf menjadi lebih meriah. Meski permainan golf identik dengan pria, namun Andrea Lee dan Joanna Sarah Pinontoan tetap mampu menjaga profesionalisme ketika di atas panggung. Lantas, apa suka duka mereka ketika membawakan acara golf?,  Berikut petikan wawancaranya:

Kapan masuk ke ranah presenter golf?

Andrea: Saya mulai menjadi prensenter sejak 2005. Kalau khusus golf sejak 2019.

Joanna: Saya nge-mc golf sejak 2005. Sebelumnya saya aktif di Hard Rock Cafe Asia.

Apa alasan Anda tertarik menjadi presenter acara golf?

Andrea: Waktu itu ada penawaran, saya pikir, ini hal baru dan kemudian saya coba.

Joanna: Background saya adalah bisnis dan komunikasi. Lalu, saya ambil diploma MC. Jadi, saya diharuskan untuk bisa membawakan segala macam acara, termasuk golf.

Sebelumnya, Apakah memang familiar dengan olahraga golf?

Andrea: Waktu dapat job pertama, saya tidak tahu apa-apa soal golf. Nah, dari situ saya learning by doing.

Joanna: Membawakan acara golf itu, awalnya saya pelajari terlebih dahulu: boogie itu apa, eagle itu apa, dan lain sebagainya. Setelahnya: gaya, gimmick dan dinamikanya. Dari situ, lama-lama saya menemukan ciri saya sendiri.

Apa yang Anda pelajari sebelum naik panggung?

Andrea: Karena tiap turnamen temanya beda-beda, Saya lebih mempelajari karakterisktik pegolf termasuk situasi dan mood.

Joanna: Acara golf itu boleh saja fun, tapi, golfer-golfer itu kan bukan orang sembarangan. Jadi, membawakan acara golf dengan tetap elegan adalah kunci. Karena hal ini sangat tricky, makanya sangat saya perhatikan.

Apa tantangan membawakan acara golf?

Andrea: Golf tantangannya adalah bagaimana meramaikan suasana dengan enak setelah para golfer capek. Membuat mereka tetap stay, fokus dan fun sampai acara selesai. Sementara, golfer itukan, ya, itu lagi-itu lagi. Nah, bagaimana di tiap acara tidak membosankan. Tidak semua presenter bisa membawakan acara golf, loh. Soalnya kita harus pintar cari gimmick.

Joanna: Kalau acara selain golf itukan ada pakemnya, ada protokolernya, kalau golf beda. Di golf, acaranya, begitu-begitu saja. Nah, pengemasan acara untuk tetap dinamis, tetap fun, dan santai itu perlu treat khusus. Tidak semua presenter golf itu bisa membawakan acara golf dengan komposisi yang tepat.

Golfer di Indonesia mayoritas pria, ada tantangan tersendiri?

Andrea: Awalnya saya kaget. Tapi, kemudian saya belajar bagaimana menangani hal seperti ini. Dengan tidak meninggalkan karakter saya di atas panggung, sejauh ini, gimmick-gimmick menarik yang saya keluarkan selalu berhasil. Tapi semua yang saya lakukan juga tetap di jalur profesional.

Joanna: Memang benar. Selama ini, kalau menurut saya, para golfer itukan ingin melepas kepenatan, so, kita harus pintar-pintar menjaga diri dan tetap profesional.

Ada treat khusus untuk menangani golfer tertentu?

Andrea: Pasti ada. Makanya saya harus pintar cari gimmick dan selalu bekerja secara profesional.

Joanna: Tetap pintar membawa diri. Pintar menyiasati keadaan dan profesional.

Pengalaman tak terlupakan selama menjadi MC golf?

Andrea: Banyak sekali (tertawa), salah satunya saya sampai diundang menjadi MC golf di sebuah acara di Filipina dan Chiang Mai (Thailand) dengan audiens setempat.

Joanna: Banyak (tertawa). Saya pernah ke Brunei Darussalam. Awalnya dari event golf, lalu, mereka mengajak ke Brunei untuk membawakan acara non golf. Di tempat itu saya bertemu Sultan Brunei Darussalam. Saya sudah dua kali nge-MC ke Brunei.

Sebelum naik panggung, makan dulu atau makan setelah acara selesai?

Andrea: Sebelum (tertawa)

Joanna: Biasanya, tee off itukan pagi. Nah, saya sarapan dulu di rumah (tertawa).

Di Indonesia, paling jauh pernah nge-MC di mana?

Andrea: Saya pernah membawakan acara golf di Timika, Papua. Ini juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan, sih.

Joanna: Hampir semua lapangan golf di Indonesia sudah pernah saya kunjungi.

Sebagai presenter golf, Apakah ada ketertarikan untuk turun main golf?

Andrea: Sampai sekarang saya belum menemukan nikmatnya main golf. Kalau sekadar driving, saya sering latihan, loh.

Joanna: Saya main golf, tapi tidak aktif (tertawa). Sebelumnya saya juga belajar istilah-istilah golf, biar saya mengerti pas membawakan acara golf. Saya juga main golf bersama komunitas golfer ibu-ibu dari Manado.

Apa indikator club house yang baik?

Andrea: Menurut saya yang bisa mendapatkan crowd-nya. Posisi, layout dan jarak terhadap audiens sangat berpengaruh. Beberapa clubhouse di sini menurut saya sudah sangat bagus.

Joanna: Acara golf itukan ya, begitu-begitu saja. Kalau jarak antara panggung dan audiens  baik, acara akan berjalan lebih lancar. Tempat yang bisa mengakomodir crowd, apalagi suhu ruangannya nyaman, pasti para golfernya betah. Acara juga pasti akan meriah. Beberapa clubhouse yang saya pandu acaranya biasanya mampu menghadirkan crowd seperti yang saya bilang tadi.

Kegiatan di luar golf?

Andrea: Saya masih aktif menjadi presenter di luar acara golf. Selain itu, grup band saya, Ecoutez sebentar lagi juga akan rilis album baru.

Joanna: Saya masih aktif menjadi presenter di TVRI dan acara-acara off air lainnya. Saya juga menerbitkan beberapa album rekaman.

You May Also Like

More From Author