Warga golf di karisidenan Kediri patut berbangga, pasalnya sebentar lagi akan ada lapangan golf yang ada di kota tahu ini. Diarsiteki oleh Flagstick, lembaga ini resmi menuntaskan pembangunan Dhoho Surya Golf Course, lapangan terbaru di Indonesia hasil rancangan Curley-Wagner Golf Design.
Terletak di kaki Pegunungan Gunung Liman, Dhoho Surya Golf Course menyuguhkan perubahan elevasi yang dramatis. Salah satu ciri paling mencolok adalah bekas area tambang yang kini menjadi latar visual hole par-3 ke-16 serta par-4 ke-17 yang bisa dijangkau dengan satu pukulan agresif dari tee. Routing lapangan memanfaatkan kontur lembah alami untuk menghadirkan elemen air yang berkelok, tidak hanya memperindah panorama tetapi juga berperan strategis dalam menentukan pilihan pukulan.

Dilansir dari Asian Golf Industry Federation, proses konstruksi bukan tanpa tantangan. Tim harus menghadapi musim hujan ekstrem dengan curah hujan mencapai lebih dari 4,2 meter dalam kurun 12 bulan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Flagstick merancang dan mengawasi pemasangan lebih dari 60.000 meter sistem sub-drainase Flat Pipe di seluruh area lapangan, termasuk green, tee box, dan fairway. Sistem tanpa galian besar ini dipilih guna menjawab kondisi tanah dan karakter lahan yang menantang.
Dari sisi agronomi, lapangan ini menghadirkan fairway lebar dengan green dan area approach yang bergelombang. Sports Turf Solutions (STS) memasok rumput Zeon Zoysia untuk fairway, yang dikenal mampu menghasilkan permukaan padat dan cepat—memberikan opsi ground ball yang menarik meski berada di wilayah bercurah hujan tinggi. Sementara itu, area green ditanami Primo Zoysia untuk memastikan konsistensi dan kecepatan putt.

Gavin Reid, Vice President sekaligus Partner Flagstick, menyebut proyek ini sebagai pencapaian yang membanggakan. Medan berbatu dengan perubahan elevasi ekstrem menuntut presisi konstruksi agar fitur alami tetap terjaga. Bahkan, batuan yang tersedia di lokasi dimanfaatkan untuk membangun dinding batu artistik di sejumlah titik lapangan, memperkuat karakter visual sekaligus mempertahankan identitas alam setempat.
Akses menuju ke Kediri kini telah memadai. Apalagi, setelah dioperasikannya Bandara Internasional Dhoho (DHX) di Kediri, Jawa Timur. Selain itu, jika melalui darat, Kediri dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Surabaya. Selain itu, kota yang juga terkenal dengan beragam sajian kuliner ini semakin lengkap dengan adanya restoran, cafeshop hingga hotel berbintang.
