OUR NETWORK

Putri Aisyah Amani: How to Boost the Positive Vibes for Kids Golfers

Mengenal golf sejak usia 8 tahun, lalu terjun sebagai pelatih profesional membuat Putri Aisyah Amani semakin ingin menyelam lebih dalam ke dunia yang membesarkan namanya ini. Jebolan Athlete National Development Program ini mengaku tertarik untuk dapat membangun pondasi golf yang kuat sejak dini, Putri begitu ia akrab disapa memfokuskan melatih golf khusus anak-anak. Bersama GolfMagz, Putri membagikan pola pelatihan golf khusus anak yang menyenangkan.

Sejak kapan Anda mulai terjun sebagai pelatih golf?
Sebenarnya, kalau untuk melatih golf saya memulainya sejak masih tergabung bersama sebuah akademi golf, waktu itu saya masih jadi asisten pelatih. Lalu, saya memutuskan melatih sendiri sejak pertengahan 2021.

Anda dikenal sebagai pelatih golf anak-anak. Ada alasan khusus kenapa melatih anak-anak?
Waktu memutuskan untuk melatih golf secara mandiri, saya merasa ada sesuatu yang bisa saya bangun dan kembangkan sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Nah, karena background saya adalah psikologi, makanya saya ingin menggabungkan kedua disiplin ilmu yakni antara psikologi dan golf utamanya untuk melatih anak-anak.

Bagaimana metode pelatihan golf melalui pendekatan psikologi yang Anda terapkan?
Ada dua hal. Pertama, main golf itu tidak melulu soal skill dan tehnik. Kedua, mentalnya juga harus bagus. Kalau di psikologi ada yang namanya behavior, kebiasaan dan karakter yang diutamakan. Dua faktor ini yang harus berjalan seimbang.

Apa kompleksitas melatih golf khusus anak melalui pendekatan psikologi?
Melatih golf anak-anak itu erat kaitannya sama orangtua. Komunikasi juga harus dibangun antara saya sebagai pelatih dengan orangtua. Pun komunikasi antara orangtua dan anak. Selain itu, naik turunnya mood anak juga menjadi hal yang “menarik”.

Apakah Anda punya pendekatan khusus supaya anak tetap gembira selama latihan?
Anak itu sensitif. Termasuk mood yang naik turun, apalagi selama pandemi. Nah, fleksibilitas waktu ketika melatih anak adalah kunci yang sering saya terapkan. Selain itu, saya juga membatasi jumlah anak yang berlatih bersama saya. Jadi ada quality time yang maksimal ketika di lapangan. Tiap anak pendekatannya juga beda-beda. Ada yang perlu diulang-ulang, ada yang anaknya senang banget sama golf.

Bagaimana melibatkan orangtua dalam sistem pelatihan Anda?
Sebagai pelatih muda, saya juga masih belajar bagaimana berkomunikasi yang efektif terhadap orangtua pegolf. Selama ini banyak tipe orangtua yang anaknya berlatih bersama saya. Memberikan pengertian tentang pelatihan golf dan perkembangan anak kepada orangtua juga kadang membutuhkan waktu. Orangtua yang jago main golf ada kalanya cenderung menyangkal tentang kemampuan golf anaknya. Pun sebaliknya. Bahkan, cara mendidik anak di rumah juga mempengaruhi pelatihan anak ketika di lapangan. Intinya, beri anak atmosfer positif terus biar mereka semangat berlatih.

Apa rencana Anda di masa depan?
Saya ingin sekali golf bisa masuk ke kurikulum sekolah. Tidak hanya sekolah-sekolah tertentu saja, namun bisa sampai ke sekolah umum. Saya juga ingin mengikis paradigma bahwa golf arahnya untuk jadi atlet. Padahal, melalui golf, orang bisa juga dapat manfaat lain seperti membangun jaringan bisnis. Harus dibukakan pula perspektif bahwa golf itu membuka banyak kesempatan. Selain itu, saya juga ingin memasukkan golf dan psikologi di dalam satu firma khusus.

Comments