South Sulawesi Amateur Open Golf Series 3: Geliat Golf Prestasi di Timur Indonesia yang Mendunia

2 min read
Social Share

Padivalley Golf Course kembali menjadi pusat perhatian dunia golf amatir menjelang gelaran South Sulawesi Amateur Open (SSAO) 2025, Makassar. Turnamen internasional ini bukan hanya menghadirkan atmosfer kompetisi yang kian matang, tetapi juga menunjukkan bagaimana kawasan timur Indonesia semakin serius menempatkan golf sebagai olahraga prestasi. Tahun ini, SSAO 2025 menargetkan sekitar 80 pegolf amatir dari lima negara, menjadikannya salah satu turnamen amatir terbesar dan paling bergengsi di Kawasan Timur Indonesia. Para peserta dari Indonesia, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Inggris akan memadati Padivalley pada 2–4 Desember 2025. 

Lydia Sitorus / Foto: Yongki Hermawan

Beberapa nama pegolf nasional seperti Luke Evan Moore, Teuku Husein, Prakasa Alfa Rizqi telah berada di Makassar untuk menjalani sesi latihan. Sementara, diikuti pula para pegolf perempuan seperti Lydia Sitorus hingga Amberly Zaira (Malaysia), serta masuk dalam WAGR membuat event ini semakin berbobot. 

Prakasa Alfa Rizqi / Foto: Yongki Hrmawan

Agenda besar ini menandai geliat golf amatir yang makin serius di kawasan timur. Lapangan Padivalley tidak hanya menjadi venue bertanding, tetapi juga simbol kemajuan pembinaan golf regional. Momentum ini menghadirkan peluang besar bagi atlet muda maupun amatir yang ingin mengasah diri di level lebih tinggi. Dengan hadirnya turnamen berstandar internasional hingga pemanasan jelang PON, kawasan timur kini memiliki panggung yang semakin layak untuk mengorbitkan talenta baru. Dukungan pembinaan, peningkatan fasilitas, serta ritme kompetisi yang konsisten akan menjadi kunci agar kebangkitan ini berkelanjutan.

SSAO 2025 Series 3 memperlihatkan bahwa golf di Indonesia Timur telah memasuki fase yang jauh lebih dewasa: kompetitif, tertata, dan memiliki arah pembinaan yang jelas. Para atlet datang dengan misi masing-masing, tetapi mereka dipertemukan oleh satu hal yang sama—hasrat untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi. Lapangan Padivalley menjadi saksi bagaimana kerja keras, harapan, dan ambisi para pegolf bertemu dalam satu momentum penting. Dari ajang internasional hingga persiapan menuju PON 2028, kawasan timur Indonesia kini berdiri tegak sebagai salah satu poros penting dalam perkembangan golf nasional.

You May Also Like

More From Author