OUR NETWORK

Strategi Ciputra Golf Surabaya Memajukan Golf di Jawa Timur

Retno Widyaningsih, General Manager Ciputra Golf Club & Resto Surabaya

Meski pandemi sempat memerahkan Jawa Timur, namun, perkembangan golf di Surabaya terlihat sangat menggembirakan. Sebagai lumbung pegolf-pegolf handal, Ciputra Golf Surabaya yang sempat beberapa kali menjadi tempat lahirnya banyak pegolf nasional. Mendengar kisah bagaimana lapangan mampu menjadi kawah candra di muka bagi banyak pegolf, kami semakin yakin bahwa golf di Jawa Timur akan memiliki masa depan yang cerah. Berikut petikan wawancara tim GolfMagz dan Retno Widyaningsih, General Manager Ciputra Golf Club & Resto Surabaya:

 

Pada 2018, Ciputra Golf pernah menginisiasi Ciputra Junior Golf Tournament, apakah turnamen ini di masa mendatang masih akan diadakan lagi atau memiliki format yang lain?

Sebetulnya tournament ini merupakan rangkaian atau Road to Anniversary Ciputra Golf. Di awal 2018 saat Ciputra Junior Golf Tournament pertama kali kami lakukan. Konsepnya akan rutin diselenggarakan setiap tahun dan hanya 1 hari pertandingannya. Rencana tahun 2020 sebelum ada pandemi, kami merubah konsep turnamen dari menjadi 2 hari, agar golfer junior merasakan tantangan turnamen ini seperti turnamen resmi yang diselenggarakan oleh PGI.

Selama pandemi, jumlah pegolf baru meningkat sangat signfikan. Melihat fenomena ini, apakah Ciputra Golf memiliki inisiatif untuk menyeleksi pegolf baru ini untuk ke jenjang yang lebih serius?

Ciputra Golf belum memiliki akademi untuk mendidik pegolf pemula secara resmi. Yang saat ini kami lakukan adalah menyediakan paket lesson untuk pegolf pemula dengan diberikan 1 coach untuk mengajari teknik memukul di driving range sampai turun 9 hole di lapangan. Walaupun kami belum mempunyai akademi, kami mensupport atlet atlet young golfer maupun junior golfer untuk mengasah ketrampilan golf di Ciputra seperti Tirto Tamardi, Andrew Wirawan, Jose Emmanuel Suryadinata, Jonathan Wijono, Nathan Cristopher Wijaya, Clement Soetrisno dan beberapa atlet lainnya. Harapan kami atlet-atlet ini bisa berkontribusi untuk mendidik golfer-golfer pemula di Ciputra Golf, sehingga muncul bibit bibit baru yang bisa diarahkan ke jenjang yang lebih serius tentunya dengan didukung PGI baik kota, Provinsi dan PB.

Jika dibanding dengan pegolf senior, seberapa besar market pegolf muda baru Surabaya? Serta, secara market share, apakah kehadiran pegolf-pegolf muda ini mampu menggantikan dominasi pegolf yang sudah lebih dulu established?

Saat pandemic ini, memang diakui muncul golfer-golfer muda baru yang sangat bersemangat mengasah ketrampilannya di lapangan golf. Awalnya mereka belajar di driving range kemudian memberanikan diri untuk turun lapangan. Namun jumlah golfer-golfer muda ini, masih belum bisa mendominasi golfer secara keseluruhan. Saat ini jumlah golfer muda masih relative sedikit dibandingkan dengan golfer senior. Perbandingannya sekitar 70% golfer senior 30% golfer muda.

Jawa Timur kerap melahirkan banyak pegolf-pegolf amatir yang banyak mengisi atlet nasional. Terkait dengan hal ini apakah ada keterlibatan Ciputra Golf dalam membina atlet binaan baru?

Seperti diinfokan sebelumnya, Ciputra Golf mensupport atlet atlet binaan baru baik dari Ciputra Golfpreneur, PGI Provinsi maupun Pengcab. Mereka boleh mengasah ketrampilan di Ciputra Golf dengan kondisi seperti saat turnamen, misalkan boleh main tanpa caddy, mendapat free bola driving range 200 bola/kedatangan dan boleh menggunakan fasilitas di Family Club.

Setiap perayaan anniversary-nya, Ciputra Golf selalu dirayakan dengan turnamen yang sangat meriah. Bagaimana dengan tahun ini adakah hal-hal serupa yang bisa dinikmati oleh para pegolf?

Sejak pandemi pada 2020, Ciputra Golf belum mengadakan tournament anniversary. Saat ini kami hanya mengadakan tournament bi-monthly medal secara rutin dengan konsep yang lebih sederhana. Bila situasi dan kondisi pandemi sudah berlalu, tidak menutup kemungkinan kami mengadakan kembali tournament anniversary dengan konsep yang lebih meriah.

Masih dalam situasi pandemi, bagaimana strategi Ciputra Golf untuk berkolaborasi bersama lapangan-lapangan lain di Jawa Timur termasuk dengan para pemengaruh dalam kaitannya pengelolaan lapangan serta penanganan pandemi?

Jawa Timur berbeda dengan Jakarta yang banyak artis maupun influencer yang bermain golf. Khususnya kota Surabaya, hampir dibilang tidak ada influencer yang bermain golf, sehingga strategi kami untuk meningkatkan pengelolaan lapangan di saat pandemi ini dengan menggandeng atlet atlet binaan yang di support oleh Ciputra Golf.

Terakhir, sebagai General Manager, ditengah masa susah ini bagaimana kiat Anda untuk tetap menjaga performa masing-masing divisi di Ciputra Golf, Club & Resto untuk tetap menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi member maupun pegolf baru?

Di saat pandemi ini, saya rasa semua bisnis golf semakin meningkat. Semua lapangan golf pasti kebanjiran golfer baik member maupun golfer baru. Driving range juga bertambah ramai, resto pun juga berimbas semakin meningkat consumer-nyaw. Oleh karena itu, kami terus menerus memberikan pelatihan kepada karyawan kami untuk bisa memberikan service yang terbaik dengan standard yang bagus kepada member maupun golfer baru sesuai dengan Visi Ciputra Golf, Club & Resto untuk menjadi tempat terfavorite di Jawa Timur.

Comments