WAAP: Abigail Rhea dan Asa Merah Putih di Royal Wellington

5 min read
Social Share

Di hamparan hijau Royal Wellington Golf Club, Selandia Baru, Merah Putih kembali dikibarkan dengan penuh keyakinan. Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) edisi kedelapan bukan sekadar panggung bagi talenta terbaik Asia Pasifik, melainkan arena pembuktian bahwa Indonesia tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di antara 84 pegolf dari 25 negara Asia-Pasifik, Indonesia hadir dengan empat nama: Abigail Rhea Soeryo Wiharko, Bianca Naomi Laksono, Gemilau Joanne Kurnia, dan Thea Jessica Tan.

Tiga srikandi Indonesia telah menyelesaikan sesi latihan resmi jelang The Women’s Amateur Asia-Pacific Championship di Royal Wellington Golf Club pada 11 Februari 2026 di Upper Hutt, Selandia Baru. (Foto oleh Daniel Pockett/R&A/R&A via Getty Images)
Tiga srikandi golf Indonesia (kiri-kanan: Thea Jessica Tan, Gemilau Joanne Kurnia, dan Bianca Naomi Laksono) telah menyelesaikan sesi latihan resmi jelang The Women’s Amateur Asia-Pacific Championship di Royal Wellington Golf Club pada 11 Februari 2026 di Upper Hutt, Selandia Baru. (Foto oleh Daniel Pockett/R&A/R&A via Getty Images)

Sorotan memang tertuju pada Abigail Rhea, pegolf berusia 15 tahun, dua kali juara nasional junior dengan lima kemenangan di World Amateur Golf Ranking. Lahir dan besar di Bali, ia datang sebagai debutan yang penuh keberanian. “Awalnya saya tidak menyangka akan menerima undangan dari WAAP, tetapi saya sangat antusias bisa berpartisipasi di turnamen sebesar ini. Ini adalah kesempatan luar biasa dan pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya,” ujarnya. Ia juga menyadari kualitas lapangan yang dihadapi. “Sejujurnya, saya baru menyadari betapa bergengsinya WAAP ini. Saya melihat daftar pemain dan peringkat mereka… semuanya pemain level atas. Saya ingin belajar bagaimana tetap tenang dan bermain dengan percaya diri.”

Abigail Rhea ketika sedang melakukan sesi latihan resmi sebelum The Women’s Amateur Asia-Pacific Championship di Royal Wellington Golf Club pada 11 Februari 2026 di Upper Hutt, Selandia Baru. (Foto oleh Daniel Pockett/R&A/R&A via Getty Images)

Terinspirasi oleh capaian Ida Ayu Indira Melati Putri—pegolf Bali yang mencatat finis terbaik Indonesia (T11) pada 2021—Abigail membawa motivasi personal sekaligus nasional. “Saya sangat bangga dengan pencapaian Mela. Melihat pegolf Bali meraih hasil terbaik untuk Indonesia di ajang bergengsi seperti ini memotivasi saya dan meningkatkan rasa percaya diri saya,” katanya. Dengan keyakinan matang, ia menambahkan, “Saya cukup percaya diri dengan diri saya sendiri. Mendapat undangan ke ajang sebesar ini menunjukkan permainan saya sudah cukup baik. Tetapi saya juga tahu harus beradaptasi dengan cuaca, kondisi lapangan, dan jenis rumput.”

Bianca Naomi Laksono ketika sedang menjalani sesi latihan resmi jelang The Women’s Amateur Asia-Pacific Championship di Royal Wellington Golf Club pada 11 Februari 2026 di Upper Hutt, Selandia Baru. (Foto oleh Daniel Pockett/R&A/R&A via Getty Images)

Kekuatan Indonesia tak berhenti pada Abigail. Bianca Naomi Laksono, 21 tahun, menatap debutnya dengan kesadaran penuh. “Target saya realistis… saya ingin bermain dengan permainan saya sendiri, tetap fokus, dan meminimalkan kesalahan. Saya ingin menikmati kesempatan ini karena dalam beberapa minggu terakhir saya merasa belum sepenuhnya menikmati permainan saya,” ungkapnya. Dari evaluasinya di Indonesia Women’s Open, Bianca menyadari aspek penting yang perlu diasah. “Melihat penampilan saya, putting—terutama membaca green—adalah area paling krusial untuk ditingkatkan. Saya memiliki banyak peluang birdie yang terbuang.”

Gemilau Joanne Kurnia ketika sedang menjalani sesi latihan resmi jelang The Women’s Amateur Asia-Pacific Championship di Royal Wellington Golf Club pada 11 Februari 2026 di Upper Hutt, Selandia Baru. (Foto oleh Daniel Pockett/R&A/R&A via Getty Images)

Gemilau Joanne Kurnia, mahasiswa baru Georgia State University, menyebut keikutsertaannya sebagai mimpi yang terwujud. “Saya bersyukur ada kesempatan yang terbuka sehingga akhirnya saya bisa tampil di kejuaraan ini,” ujarnya. Ia telah membidik WAAP sejak tahun lalu. “Ada begitu banyak pemain hebat di sini, dan kemampuan mengelola tekanan akan sangat penting. Saya ingin menjaga pola pikir yang tepat sepanjang turnamen.”

Thea Jessica Tan ketika sedang menjalani sesi latihan resmi jelang The Women’s Amateur Asia-Pacific Championship di Royal Wellington Golf Club pada 11 Februari 2026 di Upper Hutt, Selandia Baru. (Foto oleh Daniel Pockett/R&A/R&A via Getty Images)

Sementara itu, Thea Jessica Tan melengkapi skuad Merah Putih dengan rasa syukur dan determinasi. “Saya merasa sangat beruntung dan sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bertanding. Saya akan berusaha bermain sebaik mungkin dan menargetkan skor serendah mungkin,” tegasnya.

WAAP, yang dikembangkan oleh The R&A dan Asia-Pacific Golf Confederation (APGC), adalah gerbang menuju panggung dunia. Sang juara akan meraih tiket ke tiga major championship 2026—AIG Women’s Open, Amundi Evian Championship, dan Chevron Championship. Persaingan dipastikan ketat dengan hadirnya 12 pemain top-50 WAGR serta kekuatan besar dari Korea, Tiongkok, Jepang, Australia, Malaysia, dan tuan rumah Selandia Baru.

Rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas,  Indonesia datang dengan semangat berbeda: keberanian generasi muda yang tak ingin sekadar menjadi peserta. Di Royal Wellington, setiap ayunan adalah pernyataan jati diri. Setiap langkah adalah pesan kepada Asia Pasifik—jangan remehkan Indonesia. Empat srikandi Merah Putih berdiri sejajar dengan dunia, membawa disiplin, mimpi, dan harga diri bangsa untuk menulis sejarah baru.

You May Also Like

More From Author