Kevin Caesaerio Akbar menutup Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 dengan kemenangan setelah mencetak 63 atau 9-under pada putaran final di Damai Indah Golf-PIK Course, Sabtu (29/8). Catatan tersebut sekaligus menjadi skor terbaik dalam kariernya dan mengantarkan Kevin menjadi pegolf Indonesia pertama yang menjuarai turnamen berhadiah total US$150 ribu itu. Ia memastikan gelar setelah mencetak birdie di hole 18 dengan total 25-under atau 263 pukulan, unggul tipis atas pesaing terdekatnya.
Kevin menyebut keberhasilannya di putaran terakhir tidak lepas dari permainan yang tetap ia jalani dengan pendekatan sederhana. Ia tidak terlalu memikirkan peluang juara hingga memasuki hole-hole terakhir. “Ketika tiba di hole terakhir, sebelum melakukan pukulan terakhir saya mulai melihat papan klasemen, saya mulai berpikir kalau ada peluang menang. Tapi saya memerlukan birdie di hole terakhir, dan alhamdulillah dapat birdie dengan putting dari jauh, jadi lumayan degan-degan,” ungkapnya.

Putaran final menjadi penampilan yang sangat solid bagi Kevin. Ia membukukan delapan birdie dan satu eagle dengan hanya satu bogey. Setelah menyelesaikan hole 18, Kevin langsung menuju green dan bersyukur atas hasil yang membawanya ke posisi teratas. “Terima kasih kepada istri, papa saya, Ciputra Golfpreneur Foundation, para sponsor, dan semua yang sudah mendukung saya. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk anak saya,” katanya. Kevin juga tengah menikmati peran barunya sebagai seorang ayah setelah putranya, Kaviendra Naratama Akbar, lahir pada Juli lalu.
Di balik performanya sepanjang turnamen, Kevin juga membawa pendekatan baru dalam permainan, salah satunya melalui alignment bola. Sejak awal tahun, ia mulai menggunakan pola alignment berbentuk huruf T yang dibuatnya sendiri karena cetakan dengan desain tersebut tidak mudah ditemukan. “Jadi, mulai awal tahun ini saya mulai menggunakan alignment bola baru dengan model T. Cuma mencari cetakan yang demikian tidak mudah sehingga harus membuatnya sendiri. Dan saya ingin mendapat garis silang 90 derajat dan kadang hasilnya miring sedikit, mungkin karena sudah malam dan mengantuk, tapi saya ingin mendapatkan sudut garis alignment yang tepat 90derajat,” jelasnya.

Kemenangan ini juga membuat perhatian Kevin tertuju pada keluarga dan masa depan sang anak. Ia tidak ingin memaksakan golf sebagai pilihan olahraga anaknya kelak. “Sebenarnya, untuk saat ini saya tidak ingin memaksakan anak nantinya ke golf, tapi semoga dia menyukai olahraga, dan kelihatannya suka olahraga karena gerakannya kencang. Tapi apa pun olahraganya kelak, insya Allah, akan saya dukung. Kalau memang ujung-ujungnya berminat pada golf, kenapa tidak,” ujarnya.

Bagi Kevin, golf sendiri memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. “Kenapa harus bermain golf? Kalau bahasa anak-anak tentu karena golf itu menyenangkan. Tapi kalau bahasa orang dewasa, mungkin nanti koneksi kamu bagus; golf itu mengajarkan kita mengendalikan diri kita; belajar untuk sabar; bagus untuk membangun karakter untuk anak. Mungkin itu jawabannya.”
Ciputra Golfpreneur Tournament telah digelar sejak 2014 dan tahun ini memasuki edisi ke-11 setelah sempat absen pada 2020 dan 2021. Kevin menjadi juara setelah melewati persaingan dengan pegolf dari berbagai negara sekaligus mencatat sejarah sebagai pemenang asal Indonesia pertama dalam sejarah turnamen tersebut. Kemenangan itu datang melalui kombinasi permainan agresif, kontrol putting yang konsisten, dan satu putaran final yang menjadi pencapaian terbaiknya sejauh ini.
