Kevin dan Killen Bersaing di Puncak Klasemen

Kevin Caesario Akbar membuka Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 dengan menempati puncak klasemen bersama juara bertahan Matt Killen (Inggris) setelah keduanya mencatat 8-under pada putaran pertama di Damai Indah Golf-BSD Course, Serpong, Banten, Rabu (26/8). Bermain di home course-nya, Kevin membukukan delapan birdie, termasuk tiga birdie beruntun di sembilan hole terakhir, dengan putting yang menjadi salah satu kunci permainannya. Tantangan angin yang cukup kencang, terutama pada sesi siang, mampu diatasinya dengan pengalaman bermain di lapangan tersebut.

Pegolf asal Inggris sekaligus juara bertahan, Matt Killen memuncaki putaran pertama Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 bersama Kevin C. Akbar / Foto: yongki Hermawan

“Hampir semua berjalan dengan baik. Ketika tee off meleset, pukulan keduanya membantu. Ketika pukulan keduanya meleset, up and down membantu. Jadi, saya bersyukur semua berjalan dengan baik, terutama putting-nya juga bagus hari ini,” kata Kevin usai pertandingan.

Salah satu momen penting terjadi di hole 15 ketika tee shot-nya masuk rough kanan dan berada di area tanpa rumput. Bersama kedinya, Argiansyah, Kevin memilih mengambil pendekatan yang lebih agresif dan berhasil menempatkan bola di green sebelum menyelesaikan hole dengan birdie.

“Saya tahu ketika bola bertemu rumput liat pasti bisa memberi spin, dan posisi spin yang di pojok di sana juga membutuhkan spin. Kalau posisi berdiri bola ada rumput pukulan malah bisa melewati green, jadi sama Agi (Argiansyah, kedinya) kami mengambil keputusan untuk sedikit agresif dan akhirnya bola menempel di green dan putting-nya berhasil masuk untuk birdie,” jelasnya.

Finlay Mason / Foto: Yongki Hermawan

Meski berada di posisi teratas, Kevin memilih menjaga permainan tetap sederhana dan tidak terbawa posisi klasemen. Di belakangnya, Killen yang merupakan juara edisi 2025 juga mengawali turnamen dengan solid, mencetak sembilan birdie dan satu bogey. Tahun lalu, pegolf Inggris itu mencatat total 25-under atau 263, rekor skor terendah sepanjang penyelenggaraan turnamen ADT sejak 2010. Henry Lee (Kanada) dan Finlay Mason berada di posisi T3 dengan 7-under, disusul Khalin Joshi (India) dan Tanapat Pichaikool (Thailand) di T5 dengan 6-under.

Persaingan masih terbuka lebar memasuki tiga putaran berikutnya. Henry Lee, yang untuk pertama kalinya bermain di Damai Indah Golf, BSD Course, menilai karakter lapangan yang dirancang Jack Nicklaus menuntut pendekatan yang sabar dan konsisten.

Henry Lee / Foto: Yongki Hermawan

“Saya salah satu penggemar lapangan Jack Nicklaus. Kebanyakan lapangannya cenderung cocok untuk pemain yang terbiasa melakukan pukulan fade (berbelok dari kiri ke kanan) dan sebagai pemain yang suka memukul fade, lapangan ini terasa cocok dengan permainan saya. Meski begitu desainnya membuat Anda mesti bermain dengan penuh kesabaran,” jelas Lee.

Sementara itu, pegolf amatir Indonesia Randy Bintang Arbenata menjadi salah satu pemain amatir dengan catatan terbaik setelah membukukan 2-under. Randy mencetak tiga birdie setelah sempat bogey di hole pertama. “Hole pertama sebenarnya masih tense, tapi setelah beberapa hole saya sudah merasa lebih baik dan confident. Besok saya harus bermain lebih sabar,” kata Randy. Pegolf amatir Jepang Daichi Hayashi juga mencatat 2-under setelah menghasilkan lima birdie dan tiga bogey.