Yujun Cha menjuarai AGI Mid Am Championship IX yang berlangsung di Pondok Indah Golf Course, 7–9 September 2026. Gelar juara harus ditentukan melalui playoff setelah Yujun dan Naufal Abdul Aziz Lesmana sama-sama mencatat total 226 pukulan dalam tiga ronde.
Turnamen ini diikuti 18 pegolf yang masuk dalam World Amateur Golf Ranking (WAGR) dengan jarak 7243 yard dan menggunakan format mixed gender. Persaingan berlangsung hingga ronde terakhir, dengan Yujun harus mengejar ketertinggalannya dari posisi sebelumnya sebelum akhirnya menyamai skor Naufal yakni 226.

Memasuki final round, Yujun memilih pendekatan yang lebih konservatif. Ia berusaha menjaga skor tetap aman melalui par dan hanya mengambil peluang ketika kesempatan birdie terbuka.
“Untuk ronde final, rencana saya adalah bermain aman untuk mendapatkan par. Kalau ada kesempatan membuat birdie, saya harus memanfaatkannya. Jadi, saya benar-benar fokus pada putting untuk mendapatkan birdie,” ujar Yujun.

Strategi tersebut membawanya kembali ke persaingan. Setelah menyelesaikan 54 hole dengan skor yang sama dengan Naufal, keduanya harus menjalani playoff untuk menentukan juara. Bagi Yujun, hasil tersebut memenuhi target yang sudah ia tetapkan sejak awal.
“Saya sangat senang. Saya memang sangat ingin memenangkan turnamen ini. Setelah ronde terakhir, saya memiliki skor yang sama dengan Naufal sehingga kami harus menjalani playoff. Saya berhasil mendapatkan hasil yang baik di playoff.”
Bagi Naufal, hasil tersebut menempatkannya sebagai runner-up. Namun, penampilannya di Pondok Indah juga menjadi bagian dari cerita lain dalam turnamen ini. Naufal tampil dengan dukungan Atamora Tehnik Makmur, salah satu perusahaan yang mulai memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet golf muda.
Dukungan untuk Talenta Muda
Dukungan terhadap Naufal merupakan hasil dari proses pemantauan terhadap perkembangan permainannya. Pihak Atamora Tehnik Makmur melihat rekam jejak kompetisi, hasil turnamen, serta perkembangan performanya sebelum memutuskan memberikan dukungan.

“Kami ingin supaya atlet-atlet junior yang berpotensi mendapatkan support. Kadang-kadang ada yang punya potensi, tetapi tidak punya kesempatan untuk mengikuti turnamen. Jadi kami melihat track record-nya,” ujar Orlando Robot perwakilan Atamora Tehnik Makmur.
Naufal menjadi pilihan setelah perusahaan melihat sejumlah hasil yang mulai menunjukkan perkembangan positif, meski usianya masih berada di level junior dan ia masih duduk di bangku SMA.
“Kami lihat CV-nya, track record dan skornya. Dia punya pengalaman di beberapa event. Memang awalnya belum terlalu tinggi, tetapi setelah melihat turnamen terakhir, posisinya cukup bagus. Kami kemudian berpikir, kenapa tidak mencoba yang ini dan kami komit untuk mendukungnya.”
AGI Mid Am Championship IX menjadi salah satu event yang mendapat dukungan tersebut. Hasil Naufal yang berakhir dengan skor 226 dan playoff melawan Yujun menjadi catatan positif bagi kerja sama yang baru dimulai.
“Positif, puas. Puas banget,” kata Orlando ketika ditanya mengenai hasil Naufal.
“Yang pasti dua atau tiga event ke depan kami support. Kami juga sedang berdiskusi dengan orang tuanya.”

Atamora saat ini belum memiliki rencana untuk mendukung atlet lain. Fokus masih diberikan kepada Naufal sembari melihat perkembangan hasilnya di turnamen berikutnya.
“Belum. Kami masih konsentrasi di Aziz. Ini baru sekali kami support satu atlet. Ke depannya saya tidak tahu dan tidak berani menjamin. Kami tetap monitor dari skor dan progresnya.”
Selain performa, sikap Naufal di lapangan menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan tersebut.
“Yang paling penting untuk seorang pemain junior itu attitude. Attitude itu sudah kelihatan di lapangan, secara emosional maupun dari cara dia berkomunikasi dengan yang lain.” ungkap Orlando.
Sebelumnya, pegolf muda yang jug mendapat dukungan dari perusahaan swasta adalah Ryan Jovan Wijaya yang di-support oleh Secure Glof Club. Dukungan perusahaan kepada pemain amatir seperti Ryan dan Naufal menjadi salah satu perkembangan yang menarik dalam ekosistem golf Indonesia.
Ladies Bermain dengan Setup IWO
AGI Mid Am Championship IX juga memberikan perhatian khusus kepada peserta wanita. Untuk kategori ladies, turnamen ini menggunakan jarak sekitar 6579 yard, mengikuti setup yang digunakan pada Indonesia Women Open (IWO).

Penggunaan jarak tersebut ditujukan untuk membiasakan pegolf wanita bermain dengan tuntutan lapangan yang lebih dekat dengan kompetisi internasional. Jarak yang lebih panjang membuat pemain harus lebih cermat dalam menentukan strategi dari tee, pemilihan klub untuk approach, serta pengelolaan risiko sepanjang ronde.
“Keputusan untuk menggunakan jarak ini memang kami tempuh untuk membiasakan para pemain dengan standar permainan di luar. Baik itu main di IWO atau mewakili Indonesia di turnamen-turnamen di luar negeri,” ungkap Raymond Robot perwakilan Amateur Golfers Indonesia.

Bagi pegolf yang sedang membangun pengalaman menuju level internasional, bermain dengan setup seperti IWO memberikan kesempatan untuk mengukur permainan dalam kondisi yang lebih kompetitif.
Dengan demikian, AGI Mid-Am Championship IX tidak hanya menjadi kompetisi bagi 18 pegolf WAGR, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan pemain. Yujun Cha menutup turnamen sebagai juara setelah playoff, sementara Naufal Abdul Aziz Lesmana finis runner-up dan melanjutkan perjalanannya dengan dukungan Atamora Tehnik Makmur. Sementara, bagi kategori ladies, pengalaman bermain dengan jarak IWO menambah aspek lain dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari di Pondok Indah Golf Course tersebut.
