AGI Mid-Amateur Series #5 di Sedayu Indo Golf, 2 September 2026, kembali menghadirkan persaingan ketat hingga hole terakhir. Alit Jiwandana keluar sebagai Men Champion setelah membukukan total 148 pukulan (+4) dari ronde 73 dan 75, sementara Tomomi Ishihara mengamankan gelar Ladies Champion dengan 149 pukulan (+5), hasil dari 74 dan 75. Bagi Alit, kemenangan kali ini terasa semakin istimewa karena diraih tanpa persiapan khusus. Pekan sebelumnya ia masih menjalani peran sebagai caddie di ajang ADT Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 yang digelar di Damai Indah Golf BSD Course, sehingga datang ke AGI dengan ekspektasi yang relatif rendah. Target sederhananya hanya menjaga permainan tetap di bawah 75 pukulan setiap hari. Namun, permainan disiplin dan kesabaran justru membawanya kembali ke podium tertinggi.

Persaingan di sektor putra berlangsung sengit. Alit sempat mendapat kejutan dari Herry Budinoto yang mencatat even par pada hari pertama, sebelum kemudian menyadari bahwa Andi kembali menjadi salah satu rival terberatnya. Tekanan baru benar-benar terlepas di hole terakhir ketika Alit memastikan kemenangan lewat birdie. “Seru banget. Surprise dengan Om Herry Budinoto yang bisa main event par di hari pertama. Dan, ya seperti mid sebelum-sebelumnya, Andy akan selalu menjadi pesaing paling berbahaya, dengan teknik dan juga kemampuan dasar dia. Terbukti saya baru bisa memastikan kemenangan di hole terakhir,” ujar Alit. Di kelas beregu, Illegalz Golf Club yang diperkuat oleh Andy Sjaichudin, Hery Budinoto, dan Sendy Susanto berhasil memenangi divisi ini dengan skor 148 152 (total 300).

Di sektor ladies, Tomomi juga menunjukkan permainan yang terukur sepanjang 36 hole. Kondisi Sedayu Indo Golf yang menantang membuat pemilihan strategi menjadi bagian penting dari permainannya. Tomomi mengandalkan akurasi dari tee sekaligus kekuatan wedge yang sedang berada dalam performa baik. “Karena lapangan ini jaraknya tidak terlalu jauh, saya menjaga agar tee-off benar-benar tetap berada di fairway, dan juga karena pukulan stik wedge saya akhir-akhir ini sedang bagus, saya jadi merasa percaya diri. Saya bisa bermain dengan berhati-hati agar menyisakan bola dalam jarak jangkauan stik tersebut,” kata Tomomi.

Kemenangan Alit juga memperlihatkan pentingnya mengelola permainan ketika kondisi lapangan dan persaingan tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan. Baginya, kunci utamanya adalah kesabaran, memainkan pukulan yang memang mampu dilakukan dan menerima kesalahan tanpa membiarkannya berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Prinsip itu terbukti efektif di Sedayu, mengantarkannya meraih gelar sekaligus menjaga momentum di rangkaian AGI Mid-Amateur Series 2026/2027, yang turut menjadi jalur perebutan tiket ke ajang Asia Pacific Golf Confederation (APGC) di Jepang tahun depan. Dengan Alit dan Tomomi kembali berdiri sebagai juara, AGI Mid-Amateur Series #5 menutup pertarungan 36 hole dengan dua performa yang sama-sama solid dan cerita kemenangan yang datang dari strategi, konsistensi, serta ketenangan di bawah tekanan.
