Intercollege Series League 1: UI Rebut Gelar Beregu, Rama Oksha Terbaik Individu

Universitas Indonesia (UI) menjuarai kategori beregu Intercollege Series League 1 Golf Tournament di Pondok Cabe Golf dengan total 243 pukulan. Sementara itu, Rama Oksha Aridya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tampil sebagai pegolf terbaik individu dengan skor 71 atau satu di bawah par (under par).


UI mengungguli ITB yang finis di posisi kedua dengan 253 pukulan, sedangkan BINUS menempati peringkat ketiga dengan 270 pukulan. Atma Jaya membukukan 299 pukulan dan President University 302 pukulan. Di kategori individu, Muhammad Naabil A. M. dari UI berada di posisi kedua dengan 73 pukulan, diikuti Vivaldi Rachman J dengan 75 pukulan.

Rama Oksha tampil apik di Intercollege Series League 1 yang digelar di Pondk Cabe Golf pada 18 Oktober 2026 / Foto: Puji Santoso


Seri perdana ini diikuti oleh tujuh perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, President University, BINUS University, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Pamulang. Kehadiran para pegolf mahasiswa dari berbagai kampus menjadi awal pengembangan kompetisi yang secara khusus mempertemukan komunitas golf perguruan tinggi.


Ketua Umum PGI Kota Tangerang Selatan, Muhammad Aziz, berharap Intercollege yang digagas oleh Pondok Cabe Golf Akademi Indonesia dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak mahasiswa.

Tujuh universitas berpartisipasi pada Intercollege Series League 1 / Foto: Yongki Hermawan


Ia juga mengajak para peserta untuk memperkenalkan kompetisi ini kepada rekan-rekan mereka di kampus agar partisipasi mahasiswa dalam olahraga golf semakin luas. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan dan keterlibatan peserta menjadi bagian penting dalam mengembangkan golf di lingkungan perguruan tinggi.


Dari sisi pembinaan, Heri Meiyanto, perwakilan Pondok Cabe Golf Academy, menyoroti pentingnya membangun komunitas golf di kampus. Mahasiswa yang memiliki minat bermain golf dapat menjadi penggerak pembentukan komunitas atau unit kegiatan mahasiswa (UKM), sekaligus mendorong perguruan tinggi untuk berpartisipasi dalam kompetisi.

Turnamen semakin menarik perkat hadirnya pegolf perempuan di Intercollege Series League 1 / Foto: Puji Santoso

Heri juga melihat sistem college golf di luar negeri sebagai referensi pengembangan golf mahasiswa. Di Amerika Serikat, misalnya, kompetisi golf universitas melalui National Collegiate Athletic Association (NCAA) menyediakan jalur pertandingan bagi atlet mahasiswa. Sistem tersebut juga dapat membuka peluang beasiswa olahraga, bergantung pada kemampuan pemain dan persyaratan universitas tujuan.

Diikuti sejumlah pegolf dari tujuh universitas, liga ini diharapkan mampu menjaring talenta golf universitas / Foto: Yongki Hermawan


Intercollege Series turut menerapkan skema perebutan piala tetap bagi universitas yang berhasil mengoleksi tiga gelar juara. Ketentuan ini memberi target jangka panjang bagi kampus peserta, sekaligus membuka ruang persaingan pada seri-seri berikutnya.
Kemenangan UI dan pencapaian Rama Oksha menjadi hasil utama pada seri perdana ini. Selanjutnya, kesinambungan penyelenggaraan, bertambahnya jumlah peserta, dan dukungan perguruan tinggi akan menentukan perkembangan Intercollege sebagai kompetisi golf antarmahasiswa di Indonesia.