Kevin Caesario Akbar langsung menunjukkan kelasnya pada putaran pertama The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026. Bermain di West Course, Gunung Geulis Country Club, mantan juara edisi perdana itu mencatat 6-under 65 tanpa bogey, sekaligus menempatkannya di jajaran atas leaderboard turnamen ADT satu-satunya berformat Pro-Am ini.
Start Kevin memang belum terlalu panas. Ia hanya membuat satu birdie di sembilan hole pertama. Namun, permainan mulai menemukan ritmenya di paruh kedua. Tiga birdie ditambah sebuah eagle di hole 16 menjadi momentum penting yang membawanya finis dengan skor 65, hanya tiga stroke di belakang pemimpin klasemen, Ayoub Lguirati dari Maroko.
“Alhamdulillah, permainan saya hari ini solid. Saya banyak bersabar di West Course ini karena salah sedikit bisa berakibat fatal,” tutur Kevin.
“Ada beberapa putting jarak jauh yang bisa masuk tadi, terutama eagle di hole 16; karena eagle ini saya bisa main 5-under. Dan di hole terakhir saya bisa kembali mendapat birdie sehingga bisa mengakhiri dengan skor 6-under,” sambungnya.
Kevin menjadi satu dari sembilan pemain yang menutup ronde pembuka tanpa bogey. Selain dirinya, catatan serupa dibuat Lguirati (62), Pukhraj Singh Gill (65) dari India, juara 2024 Tanapat Pichaikool (65), Nirun Sae-ueng (66), Marcus Lim (66) dari Malaysia, veteran Filipina Angelo Que (67), Amadeus C. Susanto (67), dan Huang Yi-tseng (69) dari Chinese Taipei.
Dari tuan rumah, Amadeus menjadi pemain lokal dengan skor terbaik melalui 67 pukulan. Almay Rayhan Yaguta dan Naraajie Emerald Ramadhanputra sama-sama membukukan 68, sementara Peter Gunawan, Alfred Sitohang, dan Syukrizal mencatat 69. Roby Sugara mengawali turnamen dengan skor 70.

Di puncak leaderboard, Ayoub Lguirati mencuri perhatian lewat permainan agresif namun tetap terkontrol. Pegolf 32 tahun tersebut membuat sembilan birdie tanpa bogey di hole 2, 7, 8, 10, 12, 13, 15, 16, dan 18 untuk mencatat 9-under 62—skor terendah sepanjang sejarah The Indonesia Pro-Am di East Course.
“Ini menjadi turnamen pertama saya bersama Muhsin (caddie). Ia menjalankan tugasnya dengan luar biasa hari ini,” ujar Lguirati, yang sudah beberapa kali tampil di Indonesia.
“Saya sangat senang dengan permainan saya, terutama dengan cara kami memainkan lapangan ini. Saya menciptakan sembilan birdie dan tanpa bogey. Skor ini merupakan skor terbaik yang pernah saya dapatkan dalam sebuah turnamen.”
Namun, Lguirati sadar perjalanan masih panjang. Ia hanya unggul satu stroke atas pegolf Amerika Serikat Tim Nielsen yang membukukan 63.
“Saya akan berusaha melakukan hal yang sama dengan kedi saya: mengikuti rencana kami dan menjalankannya sesuai strategi. Turnamen ini berlangsung tiga hari dan masih jauh dari selesai. Saya mesti menghindari sikap jumawa, harus tetap sabar, dan berusaha,” tandasnya.

Sementara itu, persaingan kategori Pro-Am juga langsung memanas. Dua pasangan berbagi posisi teratas setelah sama-sama mencatat 58 pukulan. Juara Order of Merit Asian Tour 2019, Jazz Janewattananond dari Thailand, bersama Matthew Wanandi menghasilkan tiga eagle dan tujuh birdie. Mereka berbagi posisi dengan pasangan Waris Manthorn dan Steven Dirga Setya yang mencetak empat eagle, enam birdie, serta satu bogey. Kedua pasangan unggul dua stroke atas empat pasangan lainnya. Dengan dua ronde masih tersisa, persaingan di Gunung Geulis baru saja dimulai.
