Gunung Geulis Golf & Country Club kembali menjadi panggung prestisius Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Amatir 2026 yang berlangsung pada 21–23 April. Turnamen stroke play 54 hole ini langsung menyajikan tensi tinggi sejak putaran pertama, dengan setiap pegolf dituntut menemukan ritme permainan di lapangan yang dikenal memiliki kontur kompleks serta kecepatan green yang menantang.

Di sektor putra, Eugene Tanyongjaya tampil impresif dengan pendekatan agresif yang tetap terukur. Ia berhasil mengakhiri putaran pertama dengan skor 71 (even par), menempatkannya dalam posisi kompetitif di papan atas. Keberaniannya mengambil risiko di beberapa hole krusial, terutama pada fairway sempit, menjadi pembeda yang menjaga momentumnya sejak awal turnamen.
Membayangi dengan skor identik 71 (even par), Asyrafa Danish Suryanto menunjukkan ketenangan khas pegolf dengan pemahaman course management yang matang. Bermain di lingkungan yang relatif familiar, Asyrafa mampu mengoptimalkan strategi permainan dengan membaca kontur lapangan secara cermat. Hasil ini menempatkannya tepat di posisi kedua, membuka peluang besar untuk bersaing menuju putaran final.

Sementara itu, dominasi di kategori putri ditunjukkan oleh pegolf asal Jawa Timur, Jennifer Quinn Effendi. Ia tampil solid dengan mencatatkan skor 74 (+3) pada putaran pertama. Permainan disiplin, khususnya dalam menjaga konsistensi pukulan pendek dan kontrol di atas green, menjadi kunci bagi Jennifer untuk mengamankan posisi terdepan di tengah kompetisi yang semakin kompetitif di sektor putri.
“Permainan hari ini cukup baik, hari ini tantangan lapangan menuntut ketelitian pada setiap detail. Ada satu hole di mana saya kurang tepat dalam memilih posisi untuk approach ke green. Ke depan, saya akan lebih fokus meningkatkan putting, karena hari ini masih terasa kurang cepat.” ungkap Quinn
Putaran pertama Kejurnas Amatir 2026 menjadi fondasi penting bagi para unggulan untuk membangun kepercayaan diri sekaligus membaca karakter lapangan. Dengan sistem cut yang akan mulai berlaku di hari berikutnya, konsistensi menjadi faktor penentu. Dalam lanskap kompetisi yang semakin ketat ini, performa Tanyongjaya, Asyrafa Danish, dan Jennifer Quinn Effendi mencerminkan perkembangan signifikan golf amatir Indonesia, lebih berani, strategis, dan siap bersaing hingga level tertinggi.
