Thailand kembali menegaskan dominasinya di level golf amatir Asia Tenggara setelah tampil nyaris tanpa celah pada Makassar Amateur Golf International Championship (MAGIC) 2026 di Padivalley Golf Club, Sulawesi Selatan. Turnamen berstatus World Amateur Golf Ranking (WAGR) yang berlangsung pada 20–22 Mei tersebut menjadi panggung sempurna bagi para pegolf Negeri Gajah Putih untuk menunjukkan kedalaman kualitas pembinaan mereka, baik di sektor putra maupun putri.

Bagi Divisi Ladies, dengan total panjang lapangan mencapai sekitar 6.300 yard, jarak ini setara dengan setup Indonesia Women’s Open (IWO), sehingga event yang digelar di Padivalley menghadirkan tantangan kompetitif yang menuntut akurasi tee shot, kontrol iron play, serta ketenangan di area green. Karakter lapangan yang bergelombang dengan green cepat membuat konsistensi menjadi faktor pembeda sepanjang tiga ronde pertandingan.
Sejak ronde pembuka, para pemain Thailand langsung menguasai papan atas leaderboard. Di Divisi Putra, Settawut Kenanan tampil konsisten sepanjang tiga ronde untuk merebut gelar juara individu dengan total 212 pukulan atau empat-under par. Catatan 69 pukulan pada ronde kedua menjadi fondasi penting sebelum ia menutup turnamen dengan skor 71 di hari terakhir. Permainannya terlihat matang dan tenang saat menghadapi tekanan dan efisien dalam memanfaatkan peluang birdie di green Padivalley.

Dominasi Thailand tidak berhenti di sektor individu. Bhumiphat Changpraditcharoen yang finis di posisi kedua dengan total 217 pukulan (+1) turut memastikan Thailand mengamankan gelar beregu putra. Kombinasi keduanya menghasilkan total 429 stroke, angka yang sulit dikejar negara lain sepanjang turnamen. Konsistensi permainan dari dua pegolf tersebut memperlihatkan betapa kuatnya sistem pembinaan amatir Thailand yang dalam beberapa tahun terakhir terus melahirkan pemain kompetitif di level Asia.
Keberhasilan Thailand semakin lengkap di kategori putri. Marisa Tojai tampil luar biasa dengan total 202 pukulan atau 14-under par, sekaligus mencatatkan course record kategori putri di Padivalley Golf Club. Prestasi tersebut terasa semakin impresif karena Marisa datang ke Makassar dengan momentum tinggi setelah beberapa minggu sebelumnya menjuarai Annika Invitational 2026, salah satu turnamen junior elite paling prestisius di kawasan Asia-Pasifik. Momentum kemenangan itu terlihat jelas dalam permainannya yang agresif namun tetap disiplin sepanjang MAGIC 2026.

Pegolf Thailand itu juga membukukan skor 65 pada ronde kedua, menjadi ronde terendah turnamen putri sekaligus titik penting menuju kemenangan dominan. Rekan senegaranya, Thanatchaporn Insang, menyusul di posisi kedua dengan total 215 pukulan (-1), mempertegas dominasi Thailand di hampir seluruh leaderboard utama.

Di tengah dominasi tersebut, MAGIC 2026 tetap menghadirkan persaingan internasional yang menarik. Pegolf dari Singapura, Hong Kong, India, Korea Selatan, Malaysia, hingga Indonesia ikut meramaikan atmosfer kompetitif di Makassar. Pada sektor putra, Wei Jun Ng dari Singapura finis di posisi ketiga dengan total 224 pukulan (+8), sementara Cheuk Kiu Kan dari Hong Kong menempati posisi ketiga kategori putri dengan total 223 pukulan (+7).

Bagi tuan rumah, turnamen ini menjadi panggung penting untuk mengukur kemampuan pemain lokal menghadapi standar kompetisi internasional. Kasmin menjadi pegolf Indonesia terbaik di sektor putra dengan total 231 pukulan (+15), disusul Mochtar dengan skor identik. Meski belum mampu menembus perebutan gelar, pengalaman bermain melawan pegolf terbaik Asia menjadi modal berharga bagi perkembangan golf amatir nasional.
Lebih dari sekadar hasil akhir, MAGIC 2026 memperlihatkan bagaimana Makassar mulai berkembang sebagai salah satu pusat golf internasional baru di Indonesia Timur. Kehadiran pegolf dari berbagai negara menciptakan atmosfer sport tourism yang kuat, berpadu dengan karakter budaya Sulawesi Selatan yang hangat dan terbuka. Dalam konteks yang lebih luas, dominasi Thailand di MAGIC 2026 juga menjadi pengingat bahwa pembinaan usia muda, kompetisi berjenjang, dan eksposur internasional tetap menjadi fondasi utama untuk membangun kekuatan golf Asia di masa depan.
