Satu putaran terakhir akan menentukan segalanya di Southeast Asian Amateur Golf Team Championships 2026. Persaingan individu Kartini Cup kian menegangkan setelah Jennifer Quinn Effendi tetap memimpin dengan keunggulan yang belum tergoyahkan. Mencatat 4 under par (-4) pada putaran ketiga di Hong Kong Golf Club (17/9), Quinn kini mengoleksi skor total 16 under par (-16) setelah 54 hole. Setelah merebut posisi teratas pada putaran kedua, ia berhasil mempertahankan keunggulan dan memasuki putaran final sebagai pemimpin klasemen individu.
Salah satu tantangan yang kembali dihadapi Quinn adalah hole 5 yang menghasilkan bogey untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, penyebabnya kali ini berbeda dari dua putaran sebelumnya. Ia menjelaskan, kesulitan di hole tersebut berasal dari kombinasi tee shot, posisi pukulan kedua, dan kontur green. “Di hole 5, tee off-nya sedikit menantang. Kemarin tee off saya sedikit ke kiri, jadi pukulan kedua sulit. Hari ini tee off saya cukup bagus, tetapi pukulan kedua saya melewati green hingga masuk ke rough, sehingga chip-nya sulit. Green-nya menurun, jadinya bogey,” tuturnya.

Kehilangan satu pukulan tidak membuat peraih posisi teratas itu kehilangan ritme. Pegolf 14 tahun ini mampu menutup putaran ketiga dengan -4 under dan mempertahankan posisinya di puncak klasemen setelah 54 hole. Kondisi fisiknya pun tetap terjaga di tengah ketatnya persaingan. “Semalam saya tidur nyenyak banget. Kalau stamina, setelah round selesai saya langsung makan dan istirahat,” katanya.
Di nomor beregu, Quinn bersama Maureen Shavelle Yose dan Abigail Rhea turut membantu Indonesia mempertahankan posisi kedua klasemen tim, masih di belakang Thailand. Dengan satu putaran tersisa, peluang Indonesia untuk mengejar sekaligus mempertahankan posisinya tetap terbuka.
Memasuki putaran final, pegolf asal Kediri, Jawa Timur ini tidak berencana mengubah pendekatan yang membawanya ke puncak. “Untuk besok, saya bermain seperti permainan saya saja dan tetap memaksimalkan setiap pukulan,” ujarnya. Meski demikian, ia akan mengevaluasi pilihan klub untuk pukulan kedua di hole 5 setelah tiga kali mencatat bogey di sana. “Untuk hole 5, mungkin saya akan mempertimbangkan kembali pemilihan stik untuk pukulan kedua.”
Besok, Jennifer Quinn Effendi akan kembali berdiri di tee pertama sebagai pemimpin Kartini Cup, Dengan selisih satu angka dengan duo Thailand, keunggulan itu belum menjamin apa pun. Para pesaing masih siap memanfaatkan setiap celah, sementara Indonesia juga harus berjuang mempertahankan posisi kedua di nomor beregu.
