Persaingan Santi Cup pada 63rd Southeast Asian Amateur Golf Team Championship 2026 mulai menarik perhatian setelah ronde pertama di Hong Kong Golf Club usai (15/9). Lydia Hawila Sitorus menjadi salah satu wakil Indonesia yang bersaing dengan sejumlah talenta muda Asia, termasuk Xingtong Chen dari Singapura, Felicia Hughes dari Hong Kong China, Marisa Tojai dari Thailand, serta Amberly Zaira Zamri dari Malaysia.

Dalam peta golf amatir wanita Asia, Chen dan Hughes bukan nama yang benar-benar baru. Keduanya pernah tampil di Queen Sirikit Cup yang digelar di Sentul Highlands Golf Club tahun ini, dan kini kembali bertemu dalam kompetisi beregu di Santi Cup. Kehadiran Lydia, Tojai, dan Amberly menambah warna persaingan yang semakin seru.
Hasil ronde pertama menempatkan Amberly Zaira Zamri sebagai pemimpin kategori individu Santi Cup dengan skor -6. Marisa Tojai dan Xingtong Chen berada di posisi T2 (-5), sementara Lydia Sitorus berbagi posisi T6 dengan Felicia Hughes (-3). Hasil ini menjadi gambaran awal ketatnya persaingan di papan atas setelah hari pertama.
“Pada putaran pertama ini saya bermain lepas dan santai. Jadi, tidak terlalu pressure ke diri sendiri,” ungkap Lydia ketika dihubungi GolfMagz.

Dalam format beregu, performa setiap pemain turut memengaruhi perolehan tim. Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong China, dan Thailand menjadi beberapa negara yang bersaing ketat dalam kejuaraan ini, sehingga setiap ronde memiliki arti penting bagi peluang masing-masing kontingen. Sementara, setelah menyelesaikan babak pertama Tim Santi Cup Indonesia yang digawangi oleh Lydia Sitorus, Sania Talita Wahyudi, dan Isabella Sudaranto kini berada di posisi 6.
Sementara, di kategori individu, posisi T6 yang diraih Lydia membuatnya tetap berada dalam kelompok terdepan setelah ronde pembuka. Namun, dengan tiga ronde tersisa, persaingan masih terbuka dan perubahan posisi sangat mungkin terjadi.
“Masuk ke back nine saya mulai panas. Hal itu merupakan strategi karena di back nine banyak short par 5,” kata Lydia.
Santi Cup baru melewati satu putaran, tetapi Round 1 telah memperlihatkan pertemuan menarik antara sejumlah pemain dari generasi kompetitif golf amatir kawasan. Tantangan berikutnya bagi Lydia dan tim Indonesia untuk dapat menjaga konsistensi serta memanfaatkan momentum dan peluang.
