Angin pesisir, fairway keras, dan green yang menuntut akurasi akan menguji 120 pegolf amatir terbaik Asia-Pasifik pada Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026. Ryan Fox menilai kontrol bola dan strategi menjadi kunci di Te Arai Links South Course, Selandia Baru.
Te Arai Links South Course akan menjadi tuan rumah AAC untuk pertama kalinya pada 29 Oktober–1 November 2026. Dirancang Bill Coore dan Ben Crenshaw, lapangan yang dibuka pada 2022 itu memiliki panjang 6.842 yard.
Karakter links dengan kontur bukit pasir alami, rumput fescue, serta permukaan keras dan cepat menuntut pemain memperhitungkan lebih dari sekadar jarak. Sebanyak 16 dari 18 lubang menghadap langsung ke Samudra Pasifik, sehingga kondisi angin dapat memengaruhi pilihan klub, lintasan bola, serta jarak carry dan roll.

Fox, pegolf profesional Selandia Baru yang mengenal Te Arai sebagai lapangan kandangnya dan memegang rekor skor 60 di South Course, menilai kontrol bola serta pukulan tee akan menjadi faktor penentu.
“Untuk menang di South Course Te Arai Links, Anda harus mampu mengendalikan bola dengan baik. Saya juga merasa pemain harus melakukan pukulan tee dengan baik. Fairway-nya memang lebar, tetapi konsekuensi dari pukulan yang meleset bisa sangat berat,” ujar Fox.
Fairway yang keras memungkinkan bola bergulir lebih jauh, tetapi juga dapat membuatnya melewati posisi ideal. Area pasir alami di luar jalur permainan menambah risiko bagi pemain yang kehilangan kontrol dari tee. Prakiraan menjelang putaran pertama memperkirakan angin barat hingga 39 km/jam, dengan kondisi serupa berpotensi berlanjut pada putaran kedua.
Sementara itu, wakil Indonesia, Rayhan Abdul Latief dalam wawancaranya bersama AAC mengatakan bahwa di lapangan ini ia harus kreatif.

Sebagai lapangan links, Te Arai juga menuntut variasi pukulan dan kemampuan memanfaatkan kontur tanah. Pukulan rendah dengan pantulan permukaan dapat lebih efektif dalam situasi tertentu. Pemain harus cermat menentukan kapan menyerang dan kapan bermain konservatif, terutama saat menghadapi pin sulit atau posisi bola yang tidak ideal.
Sejumlah lubang mempertegas karakter tersebut. Hole 14, par 4 sepanjang 317 yard, menawarkan peluang bermain agresif, tetapi bunker dan kontur di sekitar green dapat membuat kesalahan pendekatan berujung kehilangan pukulan. Hole 17, par 3 sepanjang 118 yard, menuntut kontrol jarak dan arah karena green-nya panjang dan relatif sempit, dengan bunker di sekelilingnya. Hole 18, par 5 sepanjang 550 yard, bisa menjadi peluang memperbaiki skor atau sumber tekanan, bergantung pada kondisi saat itu dan posisi bola setelah tee shot.

Bagi Fox, AAC berperan penting dalam perkembangan pegolf muda. Ia tampil dalam tiga edisi kejuaraan tersebut dan memahami besarnya peluang yang tersedia bagi peserta.
“Asia-Pacific Amateur adalah turnamen yang sangat besar bagi para pemain muda. Kesempatan mendapatkan tempat langsung di dua major, Masters dan The Open, hanya melalui turnamen ini sungguh luar biasa,” katanya.
Juara AAC 2026 akan menerima undangan ke Masters Tournament 2027 serta hak bermain di The Open Championship ke-155 di St Andrews. Dengan peluang tersebut, setiap pukulan menjadi krusial selama empat putaran di lapangan yang menuntut presisi dan pengambilan keputusan.
Te Arai Links South Course tidak hanya menguji kemampuan memukul jauh, tetapi juga kecerdasan membaca lapangan. Pemain yang mampu mengelola risiko, memanfaatkan kontur, dan meminimalkan kesalahan di sekitar green akan memiliki keunggulan dalam perebutan gelar dan tiket menuju dua panggung utama golf dunia.
