BK Golf Academy Resmi Dibuka di Jababeka

BK Golf Academy resmi dibuka di Jababeka Golf & Country Club, Jawa Barat, pada 25 Oktober 2026. Akademi ini merupakan pengembangan dari BK Golf Clinic dan dipimpin oleh Beni Kasiadi sebagai direktur sekaligus pelatih kepala.

BK Golf Academy menawarkan program pembinaan berbasis sport science dengan kurikulum berjenjang. Program tersebut ditujukan bagi pegolf pemula, pemain tingkat advanced, pegolf dengan single handicap, hingga atlet yang mempersiapkan diri menuju level profesional.

Peresmian akademi ini melanjutkan visi legenda golf Indonesia, Kasiadi, untuk membangun pusat pembinaan pegolf muda. Beni mengatakan, pendirian akademi tersebut juga menjadi bagian dari upayanya mewujudkan cita-cita keluarga sekaligus menyediakan jalur pembinaan yang lebih terarah bagi generasi muda.

Pegolf profesional sekaligus Direktur BK Golf Academy, benita Kasiadi / Foto: Puji Santoso

“Hari ini kita melakukan grand opening BK Golf Academy, yang sebelumnya bernama BK Golf Clinic. Ini merupakan bagian dari perwujudan mimpi orang tua dan impian saya pribadi untuk memiliki sekolah golf,” kata Beni.

Menurut Beni, BK Golf Academy tidak hanya berfokus pada kemampuan memukul bola atau meningkatkan skor. Pembinaan juga diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, ketahanan mental, serta pemahaman menyeluruh mengenai etika dan tanggung jawab seorang atlet.

Kasiadi mengatakan pembinaan atlet harus dibangun melalui disiplin, ketekunan, dan latihan yang konsisten. Ia mengenang masa ketika fasilitas latihan golf masih terbatas. Pada masa itu, stik yang digunakannya bahkan dibuat sendiri dari kayu pohon asam.

“Saya senang sekali Beni bisa membuka ini. Dulu saya sering bilang kepadanya bahwa ia harus memiliki klinik untuk membimbing anak-anak muda,” ujar Kasiadi.

Ia berharap kehadiran BK Golf Academy dapat menjadi ruang pembinaan yang melahirkan pegolf-pegolf muda berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pembangunan ekosistem golf harus dimulai dari pembinaan usia dini yang dilakukan secara berkelanjutan.

Tiga Pilar Pembinaan

BK Golf Academy menerapkan tiga nilai utama, yaitu Manners, Fighter, dan Commitment. Ketiganya menjadi dasar pembinaan yang mencakup aspek teknik, fisik, mental, karakter, dan perilaku di dalam maupun di luar lapangan.

Manners menekankan etika, integritas, penghormatan terhadap lawan, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap rendah hati. Dalam golf, aspek tersebut menjadi bagian penting karena olahraga ini menuntut kejujuran dan tanggung jawab pribadi dalam setiap pukulan.

Fighter berkaitan dengan daya juang, kemampuan menghadapi tekanan, keberanian mengambil keputusan, serta menjaga fokus saat bertanding. Pegolf dituntut mampu mengelola emosi dan tetap berusaha meskipun menghadapi kesulitan di lapangan.

Living legend golf Indonesia, Kasiadi / Foto: Puji Santoso

Sementara itu, Commitment menekankan konsistensi, disiplin latihan, dan tanggung jawab dalam kompetisi. Komitmen tersebut tidak hanya terlihat ketika atlet mengikuti turnamen, tetapi juga dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk menjaga kebugaran, mempelajari teknik, dan mengevaluasi hasil latihan.

Disiplin terhadap jadwal, termasuk waktu tee-off, menjadi bagian dari pembinaan. Keterlambatan dalam kompetisi dapat berujung pada diskualifikasi. Karena itu, para peserta dibiasakan untuk memahami pentingnya manajemen waktu dan mematuhi seluruh ketentuan pertandingan.

Program latihan akademi didukung oleh materi teori, praktik, dan teknologi untuk mengevaluasi teknik serta mengembangkan kemampuan atlet. Evaluasi dilakukan secara berkala agar perkembangan setiap peserta dapat dipantau berdasarkan data dan target yang terukur.

Materi pembinaan mencakup teknik dasar dan lanjutan, strategi permainan, pengelolaan skor, kebugaran fisik, pemulihan, nutrisi, hingga persiapan mental menghadapi kompetisi. Peserta juga diarahkan untuk memahami kondisi lapangan dan mampu menyusun strategi sesuai karakteristik permainan.

Beni menilai prestasi hanya dapat dicapai melalui latihan yang terukur dan konsisten. Menurutnya, bakat merupakan modal awal, tetapi keberhasilan seorang atlet sangat ditentukan oleh kemauan untuk berlatih dan memperbaiki kekurangan secara terus-menerus.

“Tidak ada atlet yang bisa menjadi juara kalau latihannya biasa-biasa saja. Jadilah atlet yang luar biasa dengan usaha yang juga luar biasa,” katanya.

Dukungan Organisasi Golf

Ketua Umum Persatuan Golfer Profesional Indonesia (PGPI), Agus Triyono, menilai pembinaan terstruktur diperlukan untuk meningkatkan daya saing pegolf Indonesia. Menurutnya, atlet perlu dipersiapkan menghadapi kompetisi internasional melalui metodologi latihan, fasilitas, dan pendampingan pelatih yang berkelanjutan.

“Selaku Ketua Umum PGPI, saya sangat bangga dan memberikan apresiasi atas peresmian BK Golf Academy. Tantangan terbesar kita adalah mencetak pegolf profesional yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga menembus persaingan dunia,” ujar Agus.

Agus mengatakan, pembinaan pegolf profesional membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Selain kemampuan teknis, atlet harus memiliki kesiapan fisik, mental, pengalaman bertanding, serta kemampuan beradaptasi dengan standar kompetisi internasional.

PGPI, kata Agus, siap membangun sinergi dengan BK Golf Academy dalam pembinaan pegolf berprestasi. Sinergi tersebut dapat dilakukan melalui pertukaran pengetahuan, dukungan terhadap program kompetisi, pengembangan pelatih, serta pembukaan akses yang lebih luas bagi atlet untuk mengikuti turnamen.

Sementara itu, Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, Ir. H. M. Sirodzudin, mengatakan akademi tersebut dapat memperluas akses pembinaan, khususnya bagi atlet junior dan pegolf putri. Ia menilai keberadaan akademi dengan kurikulum yang jelas dapat membantu menemukan dan mengembangkan talenta-talenta baru dari berbagai daerah.

Ia juga menilai prestasi olahraga dapat membuka peluang pendidikan bagi atlet muda, asalkan didukung oleh program pembinaan yang konsisten. Dengan prestasi yang baik, atlet berpotensi memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur olahraga sekaligus membangun karier profesional.

Peran Jababeka Golf & Country Club

Direktur Jababeka Golf & Country Club, Afriadi Dahlan, mengatakan kerja sama dengan BK Golf Academy memperluas fungsi lapangan golf sebagai fasilitas pembinaan olahraga.

“Ini merupakan bentuk transformasi bagi Jababeka, yang sebelumnya berfokus pada aspek komersial, menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mencetak atlet dan figur berprestasi,” kata Afriadi.

Menurut Afriadi, lapangan golf tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi dan kompetisi, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi atlet. Kehadiran akademi di lingkungan Jababeka diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pembinaan dengan fasilitas latihan yang memadai.

Ia berharap lebih banyak lapangan golf terlibat dalam pembinaan atlet muda agar akses terhadap fasilitas latihan semakin luas. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk membangun ekosistem golf yang sehat, mulai dari klub, akademi, organisasi olahraga, pelatih, orang tua, hingga sponsor.

BK Golf Academy kini menghadapi tantangan untuk menerapkan kurikulum dan sistem pembinaan tersebut dalam perkembangan atlet yang terukur, baik dari sisi teknik, mental bertanding, kebugaran, maupun hasil kompetisi.

Keberhasilan akademi akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan program, kualitas pelatih, dukungan fasilitas, serta kemampuan melakukan evaluasi secara berkala. Dengan fondasi pembinaan yang terstruktur dan dukungan berbagai pihak, BK Golf Academy diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pegolf muda Indonesia.