Penuh Percaya Diri, Rayhan Abdul Latief Siap Melangkah ke AAC 2026

Pegolf amatir asal Indonesia, Rayhan Abdul Latief, kini mendapat rasa percaya diri yang baru menjelang penampilan kelimanya pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) di Te Arai Links, Selandia Baru, pekan depan.

Pegolf berusia 19 tahun yang juga mahasiswa tingkat dua di University of North Texas (UNT) ini baru saja finis sendirian di tempat keempat pada ajang Blessings Collegiate Invitational di Arkansas, setelah sebelumnya finis di tempat ke-12 pada Argent Financial Classic di Louisiana.

Usai mencatatkan prestasi terbaiknya dengan menempati peringkat T17 pada Asia-Pacific Amateur di Dubai tahun lalu, Rayhan berniat untuk menjadi penantang dalam perebutan gelar prestisius ini, dengan sang juara berhak mendapat undangan untuk mengikuti The Masters dan hak tampil pada The Open Championship.

Ia yakin pengalamannya di A.S. memampukan dirinya untuk menjadi pesaing yang lebih baik, sekaligus memberinya bekal untuk menghadapi sang juara bertahan Fifa Laopakdee asal Thailand, peraih tempat kedua tahun lalu Taisei Nagasaki dari Jepang, Nguyen Anh Minh asal Vietnam, dan Jaden Dumdumaya dari Filipina pada 29 Oktober–November.

Pegolf amatir asal Thailand, Fifa Laopakdee / Foto: Dok. AAC Golf

“Saya mengalami perkembangan yang luar biasa tahun ini bersama Tim Golf UNT.  Mereka punya program yang sangat bagus, dan tiap hari mereka mencatat hampir segalanya dari permainan, persiapan fisik, dan permainan mental saya,” ujar Rayhan.

“Menurut saya, kami punya tim yang sangat hebat dan orang-orang hebat yang mengurus kami, dari persiapan tubuh dan fisik sampai permainan golf dan mental saya. Saya sangat bersemangat dan percaya diri dengan persiapan yang saya miliki menuju AAC tahun ini.”

Ia memendam impian menjadi pegolf Indonesia pertama yang mengangkat trofi Asia-Pacific Amateur dan terinspirasi dengan menyaksikan kemenangan Fifa di Dubai sebelum kemudian bertanding pada The Masters dan The Open tahun ini.

“Secara khusus, saya bersemangat untuk bermain di lapangan istimewa, seperti Te Arai Links,” ujarnya lagi. “Saya kira lapangan ini akan menjadi ujian yang sangat bagus. Dengan kondisi dan kesulitan di lapangan, siapa pun yang menjadi juara akan menjadi pemenang yang layak.

“Rasanya juga istimewa bisa mengenal pemain seperti Fifa dan mengikuti perjalanannya. Saya bangga terhadap dirinya dan semua pencapaiannya. Saya menyaksikan beberapa tayangan langsungnya (yang menyiarkan permainan Fifa). Pengalaman itu sungguh luar biasa baginya. Kami sudah bermain bersama sejak Junior Presidents Cup 2022, jadi tentunya saya merasa sangat senang melihatnya memainkan dua turnamen besar itu dan mendapatkan pengalamannya.”

Sembari bersiap untuk bertolak ke Selandia Baru bersama sesama wakil Indonesia lainnya, yaitu Randy Bintang, Kenneth Sutianto, William Wijaya, Jayawardana Dornan, dan Asa Najib Bhakti, penampilan kelima secara berturut-turut ini akan makin memotivasinya untuk meraih sukses.

Randy Bintang melakukan pukulan tee di hole nomor 14 pada putaran pertama Asia-Pacific Amateur Championship 2025 yang berlangsung di Emirates Golf Club, Majlis Course, Dubai, Uni Emirat Arab, pada Kamis, 23 Oktober 2025 / Foto oleh AAC.

“Turnamen ini sangat penting buat saya. Ini turnamen tahunan yang sangat menjadi prioritas saya tiap tahun mengingat betapa istimewanya kesempatan ini. Kalau menang, Anda berpeluang mengikuti dua kejuaraan mayor, jadi alasan itu menegaskan mengapa kejuaraan ini sangat berarti.

“Saya kira, yang menjadikan AAC unik ialah bahwa tiap tahun Anda bisa bertemu banyak teman dan wajah-wajah baru dari berbagai latar belakang, negara, dan budaya yang berbeda. Saya kira itulah yang membuat AAC ini istimewa dan unik.

“Level persaingannya selalu tinggi. Ada banyak pemain amatir dari seluruh Asia Pasifik, jadi Anda paham kalau Anda mesti bermain dengan baik agar bisa bersaing.”

Ia tidak segan untuk mengungkapkan ambisinya untuk menjuarai Asia-Pacific Amateur, meskipun prestasi terbaik bagi Indonesia diraih oleh George Gandranata, yang finis T17 di Singapura tahun 2011, sebelum Rayhan menyamai hasil ini di Dubai tahun lalu.

“Target pribadi saya untuk Selandia Baru, tentunya, adalah memenangkan turnamen ini. Pasti tidak akan mudah mengingat kondisi dan lapangannya, tapi saya sudah banyak latihan dengan kondisi angin di Texas, makanya saya merasa percaya diri menuju Te Arai Links dan yakin saya bisa bermain dengan baik,” ujarnya.

Rayhan Abdul Latief ketika melakukan sesi latihan resmi di AAC 2025 / Foto: Samuel Media PB PGI

“Bisa bermain dalam dua ajang major, terutama The Masters dan The Open, sudah menjadi salah satu target saya. Pasti akan luar biasa bila bisa mewujudkannya tahun ini. Saya sudah berlatih keras sebagai persiapan, dan rasanya saya sudah melakukan semua yang saya bisa untuk menempatkan diri saya agar bisa bersaing untuk kemenangan. Semoga saja saya bisa mewujudkannya di Selandia Baru.”

Asia-Pacific Amateur Championship diluncurkan pada tahun 2009 oleh Asia-Pacific Golf Confederation (APGC), The R&A, dan Masters Tournament untuk lebih mengembangkan golf amatir di wilayah ini. Sejumlah peserta yang kemudian memenangkan kejuaraan Major termasuk Hideki Matsuyama asal Jepang, Cameron Smith dari Australia, dan pegolf Selandia Baru Ryan Fox.