Tidak banyak pegolf Indonesia yang memiliki kesempatan menapaki jalur menuju salah satu turnamen paling bergengsi di dunia. Kesempatan itulah yang kini berada di tangan Jonathan Wijono. Pegolf profesional berusia 25 tahun tersebut akan tampil di The Open Final Qualifying 2026 di West Lancashire Golf Club (West Lancs), Inggris, Selasa (30/6), untuk memperebutkan satu dari lima tiket menuju The 154th Open Championship di Royal Birkdale.
Keikutsertaan Jonathan bukanlah hasil undangan, melainkan buah dari performa impresif sepanjang musim 2026. Ia membuka tahun dengan finis T4 pada PKNS Selangor Masters, salah satu seri Asian Development Tour (ADT), sebelum akhirnya mencatat pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya dengan menjuarai Singha Chiang Mai Open 2026 melalui playoff dramatis di All Thailand Golf Tour. Gelar tersebut menjadi kemenangan internasional pertamanya sekaligus memberinya status exempt selama dua musim di All Thailand Golf Tour. Di ADT, Jonathan juga menembus 20 besar Order of Merit hingga akhir Juni dengan pendapatan US$13.541,67 dari lima turnamen, mempertegas konsistensinya di level internasional.

Performa tersebut membuka jalan bagi Jonathan untuk mengikuti rangkaian kualifikasi menuju The Open Championship. Bagi pegolf asal Indonesia ini, kesempatan tampil di Final Qualifying bukan sekadar mengejar tiket menuju major tertua di dunia, tetapi juga mengukur sejauh mana kemampuannya bersaing dengan para pemain elite dunia dalam atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.
Tantangan yang menanti jelas tidak mudah. Final Qualifying dimainkan dalam format 36 hole dalam satu hari, sebuah ujian yang menguras fisik, mental, sekaligus kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Di West Lancashire, Jonathan akan berhadapan dengan sejumlah nama besar dari DP World Tour, LIV Golf, mantan juara major, hingga para amatir elite internasional yang sama-sama mengincar lima tempat menuju Royal Birkdale.

West Lancashire Golf Club sendiri merupakan salah satu lapangan links tertua di Inggris. Fairway yang bergelombang, bunker-bunker dalam, serta angin pesisir yang berubah-ubah membuat setiap pukulan harus diperhitungkan dengan cermat. Tidak hanya kemampuan memukul bola, pemain juga dituntut mampu membaca kondisi lapangan dan menjaga kesabaran sepanjang dua putaran yang dimainkan tanpa banyak ruang untuk melakukan kesalahan.
Bagi Jonathan Wijono, tampil di Final Qualifying merupakan tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Setelah bertahun-tahun membangun pengalaman di sirkuit profesional Asia, musim 2026 menjadi titik balik dengan raihan gelar internasional perdana dan performa konsisten di Asian Development Tour. Kini, ia berada selangkah lebih dekat dengan impian setiap pegolf profesional: tampil di The Open Championship. Apa pun hasil yang diraih di West Lancashire, kehadirannya di ajang ini menjadi sinyal bahwa pegolf Indonesia semakin mampu menembus persaingan menuju panggung tertinggi golf dunia.
