Babak final The Champion of Champions AGI Mid-Am Series Match Play menghadirkan dua pertandingan yang berlangsung ketat hingga hole-hole terakhir. Di sektor putra, Alit Jiwandana keluar sebagai juara setelah mengalahkan Muhammad Luthfi Haiban dengan skor 1 up, sementara Tomomi Ishihara memastikan gelar putri usai menundukkan Hannemas Pangestu dengan margin yang sama.

Bagi Alit, kemenangan tersebut melengkapi perjalanan yang tidak mudah sejak semifinal. Menghadapi Angki Trijaka, ia sempat tertinggal 3 down sebelum menyamakan kedudukan dan memaksakan pertandingan berlanjut ke playoff. Situasi serupa kembali dihadapinya pada partai final. Alit tertinggal 4 down, sementara Luthfi mampu mempertahankan keunggulan hingga 2 up dari hole kedelapan sampai hole ke-14. Memasuki hole-hole penentuan, Alit mulai memangkas selisih, membawa pertandingan kembali all square, sebelum akhirnya mengamankan kemenangan 1 up.

Kemenangan itu menjadi salah satu yang paling berkesan dalam perjalanan karier Alit. Pegolf yang telah lebih dari dua dekade berkompetisi mengaku baru kali ini merasakan emosi yang begitu kuat setelah menyelesaikan sebuah turnamen.
“Selama 26 tahun bermain golf, baru kali ini saya menangis setelah menang. Dua hari ini saya terus berada dalam posisi mengejar. Tidak ada momen ketika saya bisa bermain dengan keunggulan yang nyaman. Bahkan saat tertinggal jauh, saya sendiri tidak menyangka bisa membalikkan keadaan,” ujar Alit.
Menurut Alit, tantangan terbesar datang ketika pertandingan memasuki hole-hole akhir. Di saat stamina mulai menurun, tekanan justru semakin besar sehingga menjaga fokus menjadi pekerjaan yang tidak mudah.
“Ketegangannya baru benar-benar terasa di hole-hole akhir. Saat stamina mulai turun, saya terus mengingatkan diri sendiri bahwa pertandingan belum selesai. Saya hanya berusaha memainkan satu hole pada satu waktu dan tidak memikirkan hasil akhirnya.”

Sementara itu, final putri juga berlangsung seimbang. Tomomi Ishihara dan Hannemas Pangestu saling mengimbangi sepanjang pertandingan hingga kedudukan all square menjelang hole terakhir. Tomomi kemudian memanfaatkan peluang yang ada untuk menutup pertandingan dengan keunggulan 1 up.

Tomomi mengatakan pengalaman pertamanya bermain match play di AGI Mid-Am Series memberikan tantangan yang berbeda dibanding stroke play. Ketika permainan dari tee hingga iron tidak berjalan sesuai harapan, ia memilih mengandalkan permainan pendek untuk tetap berada dalam pertandingan.
“Saya sempat gugup karena ini match play pertama saya di seri Mid-Am. Hari ini pukulan saya tidak terlalu bagus, jadi saya harus lebih sabar dan mengandalkan approach serta putting. Hannemas memiliki jarak pukulan yang lebih jauh, sehingga saya tahu harus bermain dengan strategi yang berbeda. Saya senang akhirnya bisa mendapatkan momentum di hole-hole terakhir.”

Hasil ini menempatkan Alit Jiwandana dan Tomomi Ishihara sebagai Champion of Champions AGI Mid-Am Series Match Play. Kedua final menunjukkan karakter khas format match play, di mana perubahan momentum dapat terjadi kapan saja dan pertandingan baru benar-benar berakhir setelah putt terakhir diselesaikan.

Sementara itu, pertandingan dua hari AGI Mid-AM Series 4 melahirkan juara baru. Diikuti oleh para pegolf yang telah sering turun lapangan di seri-seri sebelumnya, turnamen yang digelar di Gading Raya Golf tersebut juga menghadirkan keseruan yang paripurna. Di babak final, Wahyudi dari Six Feet Golf Club berhasil mengamankan kursi juara setelah bermain apik sepanjang turnamen. Sementara di sektor ladies, pegolf MBOIG, Rina Hana keluar sebagai juara.
