Dua hari persaingan di Padivalley Golf Club mulai memperlihatkan siapa saja yang siap bertahan hingga akhir (23/9). Setelah 36 hole South Sulawesi Amateur Open (SSAO) 2026, Thailand dan Vietnam masih berada di garis depan, tetapi sejumlah pegolf Indonesia tetap menjaga jarak untuk mengejar pada putaran terakhir.

Di Women’s Division, Ploynapat Amornvanich menguasai posisi teratas. Di antara dominasi Thailand tersebut, Lydia Hawila Stevany Sitorus tampil sebagai wakil tuan rumah dengan posisi terbaik. Lydia berada di T2 dengan total +6, membuat 18 hole terakhir menjadi kesempatan penting untuk memangkas jarak dan merebut posisi teratas.

Persaingan Men’s Division tidak kalah menarik. Nam Phan The dari Vietnam dan Khan Batraphuntana dari Thailand berbagi posisi teratas setelah dua ronde. Mochtar berada di T3 dengan +5, sementara Ryan Jovan Wijaya menempati T4 dengan +7. Dengan pemain Indonesia yang masih berada di kelompok terdepan, masih ada kesempatan bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan.
Nam mengakui ronde kedua menjadi ujian tersendiri. Angin yang lebih kencang membuat kontrol pukulannya tidak sebaik hari sebelumnya, sementara tiga kali three-putt turut memengaruhi hasil akhirnya.
“Hari ini saya merasa permainan saya belum berada dalam kondisi terbaik. Pada ronde pertama, saya membuat dua birdie dan satu bogey, dan itu masih cukup baik. Namun, pada ronde kedua, angin cukup kencang dan pukulan saya tidak sebaik yang diharapkan. Saya melakukan tiga kali three-putt dan hanya membuat satu birdie, sehingga skor saya hari ini tidak sesuai harapan. Lapangan ini tidak mudah bagi saya, tetapi saya pikir masih ada yang bisa saya perbaiki untuk bermain lebih baik besok,” ujar Nam.
Nam tetap memilih pendekatan tenang untuk menghadapi hari terakhir. Sementara itu, Khan Batraphuntana justru bersiap mengubah strategi setelah menggunakan permainan yang lebih konservatif pada sejumlah par 5 di ronde kedua.
“Saya merasa cukup tenang dan akan memberikan yang terbaik besok. Untuk hari ini, strategi saya di par 5 adalah menggunakan lebih banyak three-wood dari tee. Besok saya akan mencoba bermain lebih agresif, mengincar pin, dan mengambil lebih banyak kesempatan untuk menyerang,” kata Khan.

Pendekatan kedua pemimpin Men’s Division tersebut menunjukkan bagaimana final round bisa berjalan berbeda dari dua ronde sebelumnya. Nam akan berusaha menjaga ketenangan dan memperbaiki eksekusi, sedangkan Khan siap mengambil lebih banyak risiko untuk mengamankan posisinya.

Di sisi lain, pemain Indonesia memiliki peluang untuk mengubah peta klasemen. Lydia berada di posisi terdepan di antara wakil tuan rumah pada Women’s Division, sementara Mochtar dan Ryan masih berada dalam kelompok atas di Men’s Division. Dengan karakter Padivalley yang menuntut pengendalian permainan dan adaptasi terhadap kondisi angin, 18 hole terakhir akan sangat bergantung pada konsistensi sekaligus keberanian mengambil keputusan.
SSAO 2026 kini memasuki hari penentuan. Thailand dan Vietnam masih memimpin, tetapi Indonesia memiliki tiga wakil di posisi-posisi penting. Final round pada Kamis (24/9) akan menentukan siapa yang membawa pulang gelar dari Padivalley, sekaligus menjadi penutup persaingan tiga hari yang mempertemukan pegolf amatir dari kawasan Asia di Gowa.
