Di balik persaingan ketat di Queen Sirikit Cup 2026, ada satu detail yang menunjukkan bagaimana negara-negara elite Asia mempersiapkan diri secara sangat serius: apparel tim nasional mereka. Korea Selatan tampil bersama WAAC, Jepang dengan Uniqlo, sementara Hong Kong memilih Ashworth. Menariknya, kerja sama tersebut bukan keputusan instan menjelang turnamen, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang berkaitan dengan identitas tim, teknologi apparel, hingga adaptasi terhadap kondisi cuaca Indonesia.

Korea Selatan dan WAAC: Kolaborasi Performance Fashion Sejak Olimpiade Tokyo
Korea Selatan sudah bekerja sama dengan WAAC sejak persiapan Olimpiade Tokyo 2021. Brand golf premium milik Kolon FnC itu kembali dipercaya menjadi apparel resmi tim golf nasional Korea pada Olimpiade Paris 2024, hal ini menandakan hubungan mereka sudah berjalan dalam beberapa siklus kompetisi internasional.
WAAC sendiri dikenal sebagai representasi generasi baru golf Korea: fashionable, premium, namun tetap berbasis performance wear. Dalam laporan Kolon FnC, desain uniform terbaru mereka bahkan disusun berdasarkan feedback langsung dari atlet nasional Korea yang sebelumnya tampil di Tokyo Olympics.
Hal ini memperlihatkan bahwa Korea tidak hanya memilih apparel berdasarkan sponsor, tetapi berdasarkan data performa pemain di lapangan: bagaimana kain bereaksi terhadap panas, seberapa nyaman dipakai walking round, hingga bagaimana material tetap stabil saat kondisi lembap.
Untuk Queen Sirikit Cup 2026 di Bogor, pendekatan tersebut sangat relevan. Sentul Highlands memiliki elevasi, suhu lembap, dan potensi hujan yang berubah cepat. Karena itu, apparel WAAC yang menggunakan fabric ringan, stretch, dan breathable menjadi pilihan logis untuk menjaga mobilitas pemain selama empat ronde kompetisi.

Jepang dan Uniqlo: Baru Dimulai 2025, Langsung Fokus ke Pengembangan Junior Elite
Berbeda dengan Korea, kerja sama Jepang dengan Uniqlo tergolong masih baru. Uniqlo resmi menandatangani partnership dengan Japan Golf Association (JGA) pada Januari 2025. Kerja sama ini tidak hanya soal penyediaan seragam tim nasional, tetapi juga pengembangan golf junior Jepang melalui: dukungan apparel untuk national team, program junior championship, klinik bersama Adam Scott, hingga dukungan overseas training untuk pemain muda Jepang.
Menariknya, Uniqlo secara spesifik mengembangkan apparel berbasis teknologi LifeWear untuk kebutuhan golf kompetitif. Mereka menyediakan sekitar 30 item apparel untuk JGA National Team, termasuk:
DRY-EX Polo dengan teknologi quick-dry, “Kando Pants” hasil pengembangan bersama Adam Scott,
material breathable untuk kondisi outdoor panjang.

Pilihan Jepang terhadap Uniqlo mencerminkan filosofi efisiensi khas Jepang: sederhana, bersih, teknikal, dan fungsional. Mereka tidak terlalu mengejar fashion statement agresif seperti Korea, tetapi fokus pada stabilitas kenyamanan pemain.
Melihat karakter cuaca Indonesia yang panas dan lembap, besar kemungkinan Jepang sudah melakukan riset kondisi cuaca sebelum menentukan apparel untuk Queen Sirikit Cup. Teknologi DRY-EX dan AIRism milik Uniqlo memang dirancang untuk moisture management dan pendinginan tubuh saat aktivitas outdoor intensif.

Hong Kong dan Ashworth: Pendekatan Heritage Golf yang Elegan dan Stabil
Sementara itu, Hong Kong memilih Ashworth sebagai apparel tim mereka di Queen Sirikit Cup 2026. Brand yang memiliki akar kuat dalam kultur golf klasik ini dikenal sebagai salah satu pioneer golf lifestyle apparel sejak era 1990-an.
Berbeda dengan pendekatan Korea yang modern-fashion atau Jepang yang minimalis-teknikal, Ashworth membawa nuansa heritage golf yang lebih tradisional, clean, dan timeless. Hal tersebut membuat Hong Kong tampil dengan identitas yang lebih elegan namun tetap kompetitif.
Walau belum ditemukan publikasi resmi kapan kerja sama Hong Kong dengan Ashworth dimulai, pilihan ini memperlihatkan arah pendekatan yang cukup jelas: fokus pada kenyamanan swing, stabilitas performa, dan tampilan klasik yang tetap profesional di lapangan.
Pilihan tersebut cukup relevan untuk kondisi Queen Sirikit Cup di Sentul Highlands Golf Club yang menuntut stamina tinggi karena kombinasi walking course, kontur berbukit, dan kelembapan tropis Bogor.

Apparel Kini Menjadi Bagian dari Sports Science
Di level elite Asia, apparel bukan lagi sekadar seragam tim. Pemilihan brand, teknologi kain, hingga desain layering kini menjadi bagian dari sports science dan performance management.
Korea memadukan fashion dan teknologi melalui WAAC. Jepang mengutamakan efisiensi dan fungsi lewat Uniqlo. Sementara Hong Kong memilih kestabilan dan heritage golf dari Ashworth.
Ketiganya memperlihatkan satu hal yang sama: persiapan menuju Queen Sirikit Cup 2026 tidak hanya dilakukan lewat latihan teknik dan strategi permainan, tetapi juga melalui detail kecil seperti bagaimana pemain tetap nyaman, dingin, dan fokus menghadapi cuaca tropis Indonesia selama empat hari kompetisi.
