South Sulawesi Amateur Open (SSAO) 2026 kembali menyelenggarakan kompetisi golf amatir internasional di Padivalley Golf Club, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 22–24 September 2026. Memasuki penyelenggaraan keempat, turnamen ini mempertemukan pegolf dari 6 negara dan tercatat sebagai WAGR Counting Event, sehingga memberikan dimensi kompetitif yang lebih besar bagi para pemain yang tengah membangun rekam jejak di ranking amatir dunia.
Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi peserta dari Thailand, Malaysia, Vietnam, India, dan, Mongolia. Panitia sebelumnya menargetkan sekitar 85–90 peserta, dengan sekitar 35–40 di antaranya berasal dari luar Indonesia.

Secara pertandingan, SSAO 2026 menggunakan format stroke play 54 holes, tiga ronde masing-masing 18 hole. Cut setelah ronde 2 untuk divisi putra: batas cut +32; divisi putri: batas cut. Jumlah peserta pada ronde 3 adalah 10 pemain. Lapangan Padivalley dimainkan dengan jarak sekitar 7.000 yard untuk putra dan 6.276 yard untuk putri, dengan par 72. Sesuai ketentuan pertandingan, lapangan juga menerapkan cut setelah dua ronde sebelum pemain melanjutkan ke final.
Sejumlah Nama WAGR di Padivalley
Daftar official practice round, Senin (21/9), memperlihatkan sejumlah nama Indonesia yang akan tampil di SSAO 2026. Di sektor putri terdapat Lydia Hawila Stevany Sitorus, Rayi Geulis Zullandari, dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko. Ketiganya memiliki rekam jejak di WAGR. Dalam daftar WAGR putri 30 April 2025, Lydia berada di peringkat 1.053, Rayi di 690, dan Abigail di 2.840.

Dari sektor putra, Naufal Abdul Azis Lesmana, Ryan Jovan Wijaya, dan Prakasa Alfa Rizqi juga tercantum dalam daftar official practice round. Ketiganya saat ini berada di papan atas Indonesia Golf Amateur Ranking (IGAR) PB PGI; Naufal berada di posisi keenam, Ryan kedelapan, dan Prakasa ke-11 dalam pembaruan ranking 21 September 2026.

Komposisi tersebut membuat kelompok pemain Indonesia di SSAO 2026 cukup menarik untuk diperhatikan. Beberapa di antaranya baru saja menjalani persaingan di AGI Amateur Championship IX di Pondok Indah, 7–9 September. Rayi keluar sebagai juara dengan total 230, sementara Naufal dan Ryan masing-masing menempati posisi runner-up dan peringkat berikutnya dengan total 226 dan 228. Prakasa juga tampil dalam turnamen tersebut. Sementara, Lydia Sitorus dan Abigail Rhea baru saja pulang dari Hong Kong, China untuk bertarung di Southeast Asian Amateur Golf Team Championships 2026
Padivalley dan Perkembangan Golf di Timur Indonesia
SSAO memiliki kesinambungan dengan perkembangan kompetisi amatir di Sulawesi Selatan. Pada edisi 2025, Padivalley menjadi tempat persaingan pegolf dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, dan Inggris. Lydia Sitorus memenangkan divisi putri dengan total 223 pukulan, sedangkan Lapassapon Liberto Herasgomez dari Thailand menjadi juara putra dengan 219 pukulan.
Kehadiran kembali pemain dari berbagai negara menunjukkan bahwa Padivalley mulai memiliki pengalaman sebagai venue untuk kompetisi amatir lintas negara. Bagi pegolf Indonesia, terutama mereka yang mengejar pengalaman dan hasil di turnamen WAGR, kesempatan bermain di dalam negeri dengan menghadapi peserta internasional menjadi bagian penting dari kalender kompetisi.

Di luar aspek pertandingan, SSAO juga membawa karakter Sulawesi Selatan ke dalam penyelenggaraannya. Tahun ini panitia mengangkat tema “Harmony of Toraja”, sementara nilai utama SSAO tetap berada pada kompetisinya. Dengan peserta dari 13 negara, format 54 hole, persaingan individu dan tim, serta status WAGR Counting Event, Padivalley kembali menjadi tempat bagi pegolf amatir untuk mengukur permainan mereka dalam lingkungan kompetisi internasional.
