Turnamen elite Asia kembali memanas saat Lydia Ko datang ke Sentosa Golf Club untuk mempertahankan gelarnya pada 26 Februari–1 Maret 2026. Tahun lalu, Ko tampil begitu solid dengan kemenangan empat pukulan berkat closing round 69 yang dihiasi tiga birdie beruntun mulai hole keenam. Gelar tersebut menjadi trofi ke-23 LPGA Tour dalam kariernya, sebuah penegasan konsistensi pegolf yang telah mengoleksi tiga major dan tiga medali Olimpiade.

Namun, mempertahankan gelar di Singapura tak akan mudah. Tantangan terbesar datang dari Jeeno Thitikul, bintang Thailand yang baru saja merebut gelar di Honda LPGA Thailand. Kemenangan di tanah kelahirannya itu bukan sekadar tambahan trofi, tetapi juga suntikan momentum dan kepercayaan diri jelang “Asia swing” LPGA. Thitikul dikenal dengan permainan tee-to-green yang agresif, kontrol iron yang presisi, dan mental kompetitif yang matang meski usianya masih sangat muda. Tahun lalu, Ia juga finis runner-up di Singapura dengan empat pukulan di belakang Ko. Hal ini tentu membuat ambisinya membara untuk membalikkan keadaan di tahun ini.

Pertarungan Ko versus Thitikul menghadirkan kontras menarik: pengalaman dan ketenangan juara bertahan melawan energi serta momentum sang penantang. Lapangan Tanjong Course di Sentosa menuntut akurasi dan manajemen permainan yang disiplin, area di mana Ko unggul secara strategi, namun juga sangat cocok dengan gaya menyerang Thitikul. Jika Ko mengandalkan pengalaman dan kontrol emosi di momen krusial, Jeeno datang dengan ritme kemenangan dan dukungan regional. Singapura pun bersiap menjadi panggung duel dua generasi terbaik golf wanita dunia saat ini.
Dipastikan akan hadirkan dinamika yang seru, event akbar ini akan semakin panas berkat hadirnya bintang-bintang dunia seperti Minjee Lee, Miyu Yamashita, dan Charley Hull, yang secara kolektif telah meraih lebih dari 20 gelar LPGA Tour dan beberapa kejuaraan besar.
