Perhelatan 105th New Zealand Open presented by Millbrook Resort kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu kejuaraan nasional paling bersejarah di kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini menjadi kali ketujuh turnamen ini diselenggarakan melalui kerja sama resmi antara Asian Tour dan Challenger PGA Tour of Australasia, serta bermitra dengan Japan Golf Tour. Kolaborasi lintas tur ini menjadikan New Zealand Open bukan sekadar ajang nasional, melainkan panggung internasional yang mempertemukan talenta dari Asia, Australasia, hingga Jepang. Dari total 156 pemain, 33 di antaranya mendapat pengecualian dari Asian Tour, dan dengan banyaknya anggota ganda dari berbagai tur, sekitar sepertiga lapangan diisi oleh para anggota Asian Tour—menciptakan dinamika persaingan yang kaya warna.

Diadakan pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026, turnamen ini juga menjadi bagian dari Open Qualifying Series. Artinya, pemain terbaik yang belum mengantongi tiket otomatis akan memperoleh satu tempat bergengsi menuju The 154th Open di Royal Birkdale pada musim panas mendatang. Inilah daya tarik tersendiri: dari lanskap pegunungan Otago, jalan menuju major championship terbuka lebar. Suasana turnamen semakin semarak dengan kehadiran para Ambassador dari lintas cabang olahraga dan dunia hiburan, mulai dari legenda kriket Ricky Ponting dan Stephen Fleming, ikon selancar Kelly Slater, mantan petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty, legenda rugby Israel Dagg, hingga aktor Michael Peña, membuat turnamen ini terasa sebagai perayaan olahraga yang inklusif.

Minggu ini, para pemain memburu kehormatan mengangkat Brodie Breeze Trophy, trofi bersejarah yang dinamai dari pembuat stik golf asal Glasgow pada 1923 dan menjadi simbol kejayaan turnamen ini. Sejak 2014, Millbrook Resort menjadi tuan rumah tetap, menghadirkan dua lapangan, Remarkables dan Coronet yang dirancang oleh Sir Bob Charles dan Greg Turner bersama Scott Macpherson. Dikelilingi Crown Range, The Remarkables, dan Danau Wakatipu, resor ini menghadirkan panggung alami bak amfiteater Alpen yang megah.
Juara bertahan, Ryan Peake, memahami betul makna kemenangan di tempat ini. “Menang di New Zealand Open adalah momen yang mengubah hidup saya. Atmosfernya luar biasa, lapangannya menantang namun adil, dan dukungan penonton begitu tulus. Mengangkat Brodie Breeze Trophy di Millbrook adalah kehormatan yang akan selalu saya kenang,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa New Zealand Open bukan hanya soal skor terendah, melainkan tentang tradisi, lanskap, dan kisah yang terus hidup dari generasi ke generasi.
