Pada 2009, Indonesia pernah berada di panggung penting golf putri Asia-Pasifik saat menjadi tuan rumah Queen Sirikit Cup di Nirwana Bali Golf Club. Bermain di hadapan publik sendiri, tim Merah Putih datang dengan semangat besar dan target yang jelas: menembus podium. Saat itu, Indonesia diperkuat Ines Putri Tjiptadi, Marcella Pranovia, dan Made Dita Widyantari.

Dikenal sebagai salah satu turnamen paling prestisius dalam golf beregu di kawasan Asia-Pasifik, dengan tradisi panjang sejak pertama kali digelar pada 1979. Negara-negara dengan tradisi kuat seperti Korea Selatan dan Jepang tampil solid dan konsisten. Indonesia memang belum berhasil mencapai target tiga besar dan harus puas finis di peringkat kesembilan. Namun dari sanalah para pemain belajar tentang tekanan kompetisi internasional, pentingnya konsistensi skor tim, serta arti kesiapan mental di level tertinggi amatir Asia-Pasifik.

Kini, tujuh belas tahun kemudian, kisah itu kembali berlanjut. Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Queen Sirikit Cup edisi ke-46 tahun 2026, kali ini di Sentul Highlands Golf Club, Bogor. Lapangan dengan karakter perbukitan dan cuaca yang dinamis itu akan menjadi arena baru bagi para talenta terbaik kawasan.
Dari Bali 2009 ke Sentul 2026, ada benang merah yang menyatukan keduanya: semangat bertumbuh. Queen Sirikit Cup bukan hanya soal skor akhir, tetapi tentang proses panjang membangun tradisi kompetitif, memperkuat mental tanding, dan menyiapkan generasi berikutnya agar mampu berdiri sejajar dengan kekuatan Asia-Pasifik. Sentul Highland Golf bersiap menyambut para talenta terbaik kawasan, Indonesia kembali punya kesempatan, bukan hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga menulis bab baru dalam sejarah golf putrinya sendiri.
Keterlibatan Indonesia di kejuaraan beregu paling prestisius se-Asia Pasifik ini bukan kali ini saja. Tercatat, sudah tiga kali Indonesia menjadi tuan rumah, yakni pada 1980 di Jakarta Golf Club, 1994 di Damai Indah Golf & Country Club, serta yang terakhir pada 2009 di Nirwana Golf Bali.
