Menanti Aksi Menawan Talenta-Talenta Muda di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2024

5 min read

Kemenangan Yuka Saso di ajang US Women’s Open 2024 beberapa waktu lalu seketika membawa kenangan bahwa pegolf berdarah Filipina- Jepang itu pernah tampil apik di ajang prestisius ini. Selain Yuka Saso, pegolf asal Thailand,  yang  karirnya kian moncer Suvichaya Vinijchaitham dan rekan senegaranya, Parin Sarasmut yang kini sering berada di turnamen amatir kelas dunia juga pernah bermain di ajang ini. 

Duo Thailand Suvichaya Vinijchaitham dan Parim Sarasmut menjadi pemenang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship tahun 2023. Foto Yongki Hermawan

Tahun ini, Kejuaraan golf junior dengan pelaksaaan paling bergengsi di Indonesia sejak tahun 1993, Ciputra Golfpreneur Junior World Championship, akan kembali diselenggarakan dan menjadi ajang lahirnya para juara masa depan.

Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) mengumumkan penyelenggaraan kejuaraan dunia junior paling bersejarah di Indonesia, Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) pada tanggal 12-14 Juni 2024 mendatang. Damai Indah Golf, PIK Course kembali menjadi tuan rumah dari kejuaraan yang pada tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-27

Tampil gemilang, Pegolf asal Thailand Suvichaya Vinijchaitham berhasil menjuarai Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship tahun 2023 Foto: Yongki Hermawan

”Kami merasa bangga dan selalu bersemangat dapat menyelenggarakan CGJWC dengan konsisten setiap tahun,” ujar Budiarsa Sastrawinata, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Ciputra Golfpreneur Foundation.

”Sejak diprakarsai oleh Almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra 31 tahun silam, kejuaraan ini telah ikut mewarnai perjalanan karier bintang-bintang golf kelas dunia masa kini. 

”Kami tidak hanya ingin menegaskan komitmen kami untuk ikut memberi kontribusi bagi pertumbuhan golf di Indonesia, tapi juga ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat golf di Indonesia, untuk mendukung penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai bagian dari upaya melahirkan juara-juara masa depan dari Indonesia untuk berkiprah di kejuaraan golf internasional.”

Dari dalam negeri, para pegolf yang pernah merasakan panasnya kawah candradimuka kompetisi ini adalah Inez Wanamarta yang kini berkiprah pada Epson Tour (Tour di bawah LPGA) dan Patricia Sinolungan yang kini berkiprah pada China LPGA Tour. Selain itu, ada juga Kevin Caesario Akbar dan Naraajie Emerald Ramadhan Putra yang berkarier pada Asian Development Tour dan Asian Tour juga beberapa kali mengikuti ajang ini. 

Pada Edisi ke-27 ini, Ciputra Golfpreneur Junior World Championship kembali mendapat dukungan penuh dari Bank Mandiri, yang kembali menjadi sponsor utama sekaligus secara resmi nama kejuaraan ini pun menjadi Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship.

”Komitmen kami untuk mendukung olahraga ini mencerminkan visi kami dalam memajukan bakat-bakat muda dan membantu mereka mencapai panggung internasional,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

Darmawan menilai, kompetisi ini juga sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk menjadi langkah Bank Mandiri untuk menjadi partner finansial pilihan utama masyarakat. ”Sekaligus menjadi kontribusi kami untuk mendorong sports tourism yang kian diminati oleh masyarakat,” ungkap Darmawan.

Pegolf junior Indonesia, Rayhan Abdul Latief. Foto Yongki Hermawan

Sebagai gambaran, dinamika persaingan junior golf dunia kini sedang sangat kompetitif. Dalam beberapa turnamen China LPGA Tour, para pegolf junior mereka senantiasa berada dalam rangking sepuluh besar. Salah satu faktor yang memungkinkan para pegolf muda ini merajai papan skor di berbagai event bergengsi ini salah satunya karena adanya platform kompetisi yang berkelanjutan serta promosi golf secara luas dan menarik bagi para pegolf junior termasuk para pemain elit dan pemula. Selain pengembangan bakat, China juga terus mengupayakan  untuk menghapus hambatan dengan menjadikan golf sebagai olahraga yang mudah diakses dan inklusif. 

Potensi kesuksesan untuk menciptakan bintang golf global juga dilakukan oleh Thailand. Selain tingkat popularitas golf di negeri gajah putih yang semakin mengingkat, Thailand sejatinya memiliki infrastruktur golf  bagi para atelt golf yang berkualitas, termasuk dukungan dari organisasi, swasta dan pemerintah. Selain itu, Thailand juga memiliki berbagai platform kompetisi yang bagus untuk mengasah keterampilan talenta-talena muda mereka serta selalu siap untuk bersaing di tingkat internasional. Di sisi lain, salah satu alasan Thailand selalu dapat memproduksi pegolf-pegolf andal adalah ada banyak acara seperti Kejuaraan Nasional Golf Junior yang mampu memberikan  gambaran kepada pegolf junior terhadap kompetisi internasional dan jalur menuju golf perguruan tinggi dan profesional. Terakhir, yang perlu mendapat catatan adalah bahwa Thailand secara berkelanjutan menyediakan program pelatihan, sponsorship, dan kesempatan bagi pegolf junior untuk berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.

“Saya memainkan satu putaran latihan di Tianjin dengan pemenang seri sebelumnya lalu di Beijing. Saya lihat bahwa permainan pegolf junior China berada pada level yang kompetitif. Dia tampak seperti pantas berada di acara profesional, permainannya mendukungnya. Saya sudah memikirkan apa yang bisa diadopsi dari permainan mereka, untuk pegolf amatir di Indonesia, dan bahkan diri saya sendiri sebagai pegolf profesional touring. Yang penting hanyalah skor rendah dan menang. Jadi, bermain lebih baik,” Ungkap Patricia Sinolungan memberikan pandanganya terkait dengan kemajuan prestasi para pegolf amatir di China, setelah melakoni Beijing Women’s Challenge China LPGA Tour beberapa waktu lalu.

Berkaca dari dua negara di atas, dengan kematangan penyelenggaraan serta program berkelanjutan yang senantiasa diusung oleh Ciputra Golfpreneur, momentum Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2024 harus dapat dimanfaatkan untuk melahirkan pegolf-pegolf junior yang mampu membawa Merah Putih ke kancah internasional. 

You May Also Like

More From Author