OUR NETWORK

Weather Matters, Transcendental and Whispering Jimmy Masrin

Turnamen berhadiah US$1,5juta telah usai. Mengalami beberapa kali penundaan akibat hujan dan petir turnamen yang dimenangi oleh salah satu pegolf Thailand ini miliki tantangan tersendiri. Hadirnya salah satu wakil Indonesia juga menambah keseruan turnamen ini.
Event BNI Indonesian Master presented by TNE juga dihadiri oleh anak-anak. Selain ramah untuk keluarga turnamen ini juga memiliki program pelatihan khusus junior_Foto oleh Yongki Hermawan

Menjadi ajang kesepuluh, Indonesian Masters yang sempat terhenti akhirnya merumput kembali. Seperti diketahui bersama, hadiah US$1,5juta menjadi iming-iming yang patut diperjuangkan. LIV Golf yang semula menjadi pemasok dana utama kemudian mendapat sokongan dari BNI dan Tunas Niaga Energi. Menjadi bagian dalam Internasional Series, turnamen ini akhirnya memiliki titel BNI Indonesian Masters presented by Tunas Niaga Energi (TNE)

Jazz Janewattananond pemenang Indonesian Master 2019. Jazz kembali berlaga di gelaran BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan

Nama-nama pegolf yang pernah memenangkan Indonesian Masters di tahun-tahun sebelumnya seperti Lee Westwood, Anirban Lahiri, Poom Saksansin hingga pemenang sebelum pandemi Jazz Janewattananond berhasil diboyong kembali ke Royale Jakarta Golf Club. Menariknya, sebelum turnamen digelar tak ada pemberitaan bahwa pegolf veteran, Ernie Els, bakal datang ke turnamen ini. Els menuturkan sedang berkonsentrasi terhadap masalah kesehatan salah satu angota keluarganya. Makanya ia belum memberi sinyal positif dapat ikut berpatisipasi dalam turnamen ini. Sampur bersambut, Els kemudian merapat ke Jakarta dan berkompetisi selama empat hari.

Pegolf veteran Ernie Els akhirnya kembali berpartisipasi di ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan
Rayhan Abdul Latief ikut memperkuat squad Merah Putih di ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan

Dari tuan rumah, dua puluh pegolf Indonesia dipastikan mendapat kursi untuk bertanding dalam turnamen ini. Nama-nama pegolf elit tanah air seperti Rorie Hie, Danny Masrin, George Gandranata hingga dua pegolf junior Indonesia yang berkompetisi di ajang Junior President Cup 2022, Rayhan Abdul Latief dan Jonathan Xavier Hartono, ikut memperkuat squad Merah Putih.

Kevin C. Akbar menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan
Jajaran pegolf elit seperti Rorie Hie dan 19 pegolf tuan rumah meriahkan BNI Indonesian Masters by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan

The Splendour: Enjoy The Holiest Hole

Marquee megah di hole 9 dan 18 disiapkan oleh sang tuan rumah. Tenda besar dengan warna dominan hitam-putih siap menampung ratusan publik golf untuk menikmati pertandingan dengan nyaman. Selain itu, dua bangunan berada di hole 9 yang terdiri dari IM Cafe dan marquee dapat diakses secara gratis. Sementara marquee di hole 18 yang diberi nama Masters Club khusus untuk VVIP dan disebelah kirinya terdapat marquee yang dikhususkan untuk penonton umum.

Hadirnya Ice Cream Magnum di BNI Indonesian Masters presented by TNE menyegarkan suasana di tengah cuaca ekstrem yang melanda Royale Jakarta Golf Club. Foto oleh Yongki Hermawan
Master Suite BNI Indonesian Masters presented by TNE dipenuhi oleh para pecinta golf yang menyaksikan partai final di Hole 18 Royale Jakarta Golf Club. Foto oleh Yongki Hermawan

Diletakannya sederet bean bag dan payung jumbo di bawah rimbunnya pepohanan di sepanjang sayap kanan hole 9 tentu dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi para penonton serta pengalaman melihat lebih dekat lebih dekat dengan para bintang. Sementara di dekat putting green, berseberangan dengan Hole 1, sebuah VW Combi yang dipayungi tenda besar lengkap dengan bohlam tungsten milik sebuah startup kaos kaki terlihat catchy berkat seragam coverall mereka yang mirip dengan caddy The Masters di Augusta.

Startup apparel golf With A Mission turut meriahkan gelaran BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan

Hadirnya produk es krim premium dari Walls yakni Magnum, berhasil menyegarkan tensi tinggi turnamen serta mendinginkan cuaca panas di Royale Jakarta Golf Club. Kendati mendapat atensi yang luar biasa dari para pegolf, awak media dan spektator, sayangnya, pabrikan milik Unilever tersebut tak momboyong gerobak es krim yang identik sebagai brand mereka untuk ditempatkan di beberapa shelter.

Mendekati hari tee off perdana, BMW Astra mengumumkan keterlibatan mereka di turnamen ini. Terpajang gagah di hole 15, sebuah BMW 218i disiapkan sebagai hadiah hole in one. Selain itu, jajaran mobil BMW terfavorit juga telah disiapkan sebagai transportasi bagi para pegolf bintang.

The Tough Day

Desember yang identik dengan bulan basah memang menjadi kendala yang perlu diantisipasi. Penundaan turnamen yang sering terjadi di sore hari akibat hujan dan petir benar-benar menguras emosi. Berubahnya suhu udara secara extrem ditambah kondisi green yang menjadi lebih licin tentu menjadi tantangan yang tak mudah dilalui.

Kendati harus melawan cuaca extrem Lee Westwood di hari pertama BNI Indonesian Masters presented by TNE masih dapat tampil dengan impresif. Foto oleh Yongki Hermawan

 

Hari pertama kompetisi dimulai sejak pagi. Di ronde awal, Kevin C. Akbar sempat memimpin klasemen sementara. Atlet binaan Ciputra Golfpreneur itu memulai putaran pertama dengan sangat solid. Bersama Aqil, sang caddy yang terus memberikan sokongan moral, Kevin tampil meyakinkan bahkan sebelum masuk ke backnine. Seperti tak ada tekanan, Kevin dengan iron shotnya berhasil dapatkan beberapa birdie.

Kevin C. Akbar menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lulus cutoff. Foto oleh Yongki Hermawan

Hari kedua bisa dibilang adalah hari paling berat. Penundaan turnamen akibat hujan dan petir sempat membuat turnamen ditangguhkan hingga dua kali. Beberapa pegolf Indonesia yang seharusnya dapat mengejar skor untuk dapat lolos cutoff harus menelan pil pahit, padahal skor -1 (satu di bawah par) menjadi batas aman untuk dapat melanjutkan pertandingan. Sementara itu, bermain apik selama dua hari membuat Kevin C. Akbar menjadi penjaga asa bagi Indonesia di ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE.

A Weekend at Jakarta: The Next Big Leap

Selain suhu udara yang panas dari pagi hingga jelang siang, Ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE menjadi turnamen paling “bengis” tahun ini. Saling salip untuk duduki papan klasemen menjadi pemandangan yang menarik. Di babak ketiga saja, setidaknya ada 4 pegolf Thailand ada di peringkat sepuluh besar. Dominasi punggawa dari negeri gajah putih seperti khatam bagaimana melumat palagan di timur Jakarta ini. Berikutnya, ada kekuatan dari Hindustan yang terus membayangi. Anirban Lahiri yang terus merangsek papan skor selalu berhasil membuat ketar-ketir pemuncak klasemen. Pemenang Indonesia Open 2022, Gaganjeet Bhullar yang bermain kalem, diam-diam mampu mencuri angka justru hampir luput dari sorotan.

Cuaca extrem di Royale Jakarta Golf Club membuat para pegolf harus bekerja keras. Foto oleh Yongki Hermawan

Para pemain bintang yang digadang-gadang akan menunjukkan pertarungan sengit nampaknya harus bekerja keras di event berhadiah satu setengah juta dollar Amerika Serikat ini. Entah karena faktor cuaca yang benar-benar menguras energi, di hari ketiga, Lee Westwood hanya finis diurutan 8 di belakang pemain unggulan asal Thailand, Jazz Janewattananond. Padahal Lee digadang-gadang mampu mencetak hatrick-nya di turnamen kali ini.

Pegolf Maroko A. Lguirati Perdana Berlaga di Indonesian Masters 2022. Foto oleh Yongki Hermawan

Di babak ketiga, penampilan apik justru ditunjukkan oleh satu-satunya pegolf dari Maroko. Bersama sang istri yang menjadi caddy, Ayoub Lguiratti, berhasil menyudahi boxing day dengan finis di T17 dengan total skor -17 (-tujuh belas di bawah par) bersama Gaganjeet Bhullar.

High Tension – High Rotation

Lompatan besar berhasil dilakukan oleh pegolf Thailand Kosuke Hamamoto. Kosuke menyelesaikan putaran kedua dengan finis di posisi T4. Sementara di hari ketiga, ia mengamankan posisi kedua di bawah pemimpin klasemen sementara yakni rekan senegaranya Sarit Suwannarut untuk menuju babak akhir.

Penampilan impresif ditunjukkan oleh Jazz Janetanawond di hari ketiga gelaran BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan

Rotasi berputar kencang terjadi di babak final. Graeme Mcdowell, Richard T. Lee, Jazz Janewattananond, Lee Westwood, hingga Chan Shih-chang “mati-matian’ untuk dapat memperbaiki posisi. Pun termasuk Anirban Lahiri yang sempat berada di empat besar.

Tensi meninggi juga terasa ketika tiga grup akhir tunjukkan kualitas permainan mereka. Sayangnya, di tengah-tengah keseruan tersebut kilatan petir mengharuskan para pemain menunda pertarungan mereka. Selang hampir satu jam, detik-detik akhir ‘The Battle of Royale Jakarta golf Club’ kembali memanas.

Kendati tak dikawal oleh para supporter yang menyemut dari pinggir lapangan layaknya penggemar Jazz dan Lee Westwood, tiga pegolf yang berada di flight terakhir tetap tunjukkan permainan kelas dunia.

Di hadapan ribuan penonton yang memadati hole 18 dan disaksikan oleh mendung yang memudar, Sarit Suwannarut akhirnya memenangi BNI Indonesian Masters presented by TNE, dengan skor -20 (-20 dua puluh di bawah par). Di posisi kedua, pegolf langganan juara Anirban Lahiri berhasil koleksi skor -16 (-16 di bawah par), di posisi ketiga, dua pegolf yakni Chan Shih-chang dan Graeme McDowell sama-sama raih skor -15 (-lima belas di bawah par).

Sementara di kubu tuan rumah, Kevin C. Akbar mendapat porsi dukungan penuh oleh publik golf yang datang langsung ke Royale Jakarta Golf Club. Kevin seperti tak menyia-yiakan kepercayaan pendukung setianya. Meski sempat kehilangan satu angka di babak akhir, secara keseluruhan Kevin bermain cukup bagus.

The Tears and Whispering Man Behind The Game

Sesaat setelah ia menyarangkan bola terakhir dan keluar sebagai juara, Sarit langsung memeluk erat sang caddy. Ia terlihat menitikkan air mata. Momen mengharukan ini merefleksikan perjuangannya selama empat hari. Terlihat bermain tanpa beban, di berbagai kesempatan ia dan sang caddy justru sering bercanda: tak ada beban di tiap pukulannya. Bahkan ketika ia harus mengeluarkan bola dari bungker. Pun di hole-hole krusial, Sarit justru terlihat santai. Ia nampak begitu yakin dengan pukulannya.

Sarit Suwannarut langsung memeluk caddynya selepas menyarangkan bola terakhir di hole 18 di hari terakhir BNI Indonesian Master presented by TNE. Foto oleh-Yongki-Hermawan.jpg

Tak banyak yang tahu bahwa Sarit Suwannarut sebelumnya pernah berjaya di Indonesia. Medio 2013, ia masuk dalam rangking sepuluh besar di ajang TehBotol International Junior yang diadakan di Padang Golf Pondok Indah.

Turnamen bertajuk BNI Indonesian Masters presented by TNE telah usai. Selain ada banyak momen tercipta tentu ada banyak hal yang bisa dipelajari dari event premium Asian Tour, Indonesian Masters kali ini.

Skor -20 bawa pegolf Thailand Sarit S. Menangi BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto oleh Yongki Hermawan

Secara landskap, turnamen ini berhasil menghadirkan atmosfer golftainment yang bisa dinikmati siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak mengenal golf sekalipun. Sebagai contoh program berkelanjutan yang dikhususkan bagi pegolf junior juga menjadi bukti bahwa Indonesian Masters memiliki visi yang jelas terhadap perkembangan golf di Indonesia.

Dua pegolf junior yang menyaksikan langsung event BNI Indonesian Masters presented by TNE dan menunjukkan souvenir bendera Indonesian Masters yang telah ditandatangani oleh idola mereka. Foto oleh Yong kiHermawan

Diadakannya kompetisi berbasis media sosial juga dapat menjadi celah potensial untuk menarik khalayak dari publik golf untuk melihat lebih dekat bagaimana sebuah turnamen golf bertaraf internasional diadakan.

Event BNI Indonesian Master presented by TNE juga dihadiri oleh anak-anak. Selain ramah untuk anak, turnamen ini juga memiliki program pelatihan khusus junior. Foto oleh Yongki Hermawan

Thailand sudah disinggahi turnamen selevel LIV Golf dan Singapura dikabarkan bakal menyusul, dengan portfolio capaian positif di ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE ini, rasanya tidak ada rintangan bagi Jimmy Masrin untuk bisa meyakinkan LIV Golf untuk melabuhkan bahteranya di Indonesia. Cita-cita untuk mendatangkan pemain top dunia seperti Dustin Johnson, Bryson DeChambeu, Brooks Koepka hingga Phil Mickelson bisa menjadi kenyataan. Hal ini dipertegas oleh Jimmy Masrin, sesungguhnya ia pernah berujar bahwa kesuksesan Indonesian Masters adalah kesuksesan Indonesia. Jadi, kesempatan untuk diadakannya turnamen LIV Golf di Indonesia sangatlah terbuka.

Jimmy Masrin menyapa Lee Westwood sebelum pegolf Inggris tersebut melakukan tee off di hole 1 hari ketiga turnamen BNI Indonesian Masters presented by TNE_Foto oleh Yongki Hermawan

Khusus untuk Walls, melihat antusiasme dari banyak pegolf profesional dunia yang berlaga di Indonesian Masters, serta bagaimana publik golf sangat menikmati Magnum Ice Cream baik di player lounge hingga course, bagaimana kalau Walls kita sokong untuk membuat turnamen golf. Ya, setidaknya sponsor utama untuk turnamen internasional, atau Ladies Golf Series yang di Indonesia belum ada lagi.

Comments